Heboh Aliran Sesat Pangissengana Tarekat Ana' Loloa Muncul lagi di Tompobulu Maros, Diduga Ini Motifnya
Aliran dipimpin Petta Bau ini pernah muncul dan ditindak dua tahun lalu.
Aliran Pangissengana Tarekat Ana' Loloa pimpinan Petta Bau kembali muncul di Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Kementerian Agama Maros menyebut kembali munculnya aliran yang sudah dianggap sesat itu dikarenakan ada kepentingan ekonomi dari pimpinannya.
Kepala Kemenag Maros, Muhammad mengatakan, sudah mendapatkan informasi terkait muncul kembali aliran Pangissengana Tarekat Ana' Loloa. Muhammad mengaku aliran ini pernah muncul dan ditindak dua tahun lalu.
"Iya benar. Itu yang (pernah) mendapatkan pembinaan dari kemenag, dari polsek. Hanya mulai lagi," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Rabu (6/3).
Motif Ekonomi
Muhammad menyebut kemunculan kembali aliran sesat tersebut diduga dilatarbelakangi kepentingan ekonomi pimpinan kelompok tersebut. Muhammad menyebut pemimpin kelompok tersebut menjanjikan kepada pengikutnya bisa masuk surga dengan membeli pusaka dan tidak perlu menjalankan salat.
"Begini, jadi kan itu ada kepentingan ekonomi di dalam, mungkin gurunya sudah habis uangnya itu. Jadi datang lagi ke masyarakat bagaimana supaya bisa hidup lagi," sebutnya.
Muhammad mengungkapkan dalam kelompok mengaku ada 11 Rukun Islam yang diyakini. Bagi, Muhammad hal tersebut sama saja membodohi masyarakat.
"Masyarakat kasihan yang dibodoh-bodohi dan terima saja ajarannya. Membeli pusaka masuk surga, bahkan tidak perlu salat," kata dia.
Pengikutnya Belasan KK
Muhammad menyebut pengikut aliran ini tidak sampai 15 kepala keluarga (KK). Ia mengaku kelompok ini hanya ada di Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu.
"Lokasinya masih di situ yang dulu. Pengikutnya sedikit dan tidak banyak sekitar 15 KK," bebernya.
Muhammad mengatakan belum kembali turun untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat yang terpapar kelompok ini. Rencana pembinaan akan dilakukan Kemenag Maros bersama MUI dan kepolisian.
"Kami dari kemenag itu di ramadan ini memang tidak lakukan pembinaan. Tapi sebelum itu dari MUI juga sdh kolaborasi semua dari Babinsa, Bhabinkantibmas, lurah akan turun setelah ramadan," ucapnya.
Sebelumnya, Petta Bau sudah pernah dipanggil kepolisian dua tahun lalu, namun ia tidak hadir. Baru pada pemanggilan kedua, ia memenuhi panggilan dengan didampingi pihak MUI dan Kesbangpol Maros. Dalam pertemuan itu, pihak Kesbangpol menyimpulkan bahwa ajaran Pangissengana Tarekat Ana’ Loloa menyimpang dari ajaran Islam, dan Patta Bau menyatakan kesediaannya untuk menghentikan kegiatan tersebut.