Tahukah Anda? Menag Ajak Bijak Berteknologi di Maulid Tarekat Khalwatiyah Maros, Sampaikan Pesan Damai

Menteri Agama Nasaruddin Umar sampaikan pesan damai di Maulid Tarekat Khalwatiyah Maros, tekankan persatuan bangsa, hindari fitnah digital, dan pentingnya mencintai Tanah Air.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Menag Ajak Bijak Berteknologi di Maulid Tarekat Khalwatiyah Maros, Sampaikan Pesan Damai
Menteri Agama Nasaruddin Umar sampaikan pesan damai di Maulid Tarekat Khalwatiyah Maros, tekankan persatuan bangsa, hindari fitnah digital, dan pentingnya mencintai Tanah Air. (Merdeka.com)

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar baru-baru ini menyampaikan seruan penting mengenai persatuan bangsa dan kerukunan umat. Seruan ini disampaikan dalam acara Maulid Akbar Tarekat Khalwatiyah Samman yang berlangsung di Pattene, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Menag Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terpecah belah dan senantiasa mencintai Tanah Air. Ia menekankan bahwa perjuangan para pendahulu dalam meraih kemerdekaan harus menjadi pengingat untuk menjaga persatuan.

Pidato Menag juga menyoroti pentingnya menjaga kehidupan keagamaan yang rukun, serta bijak dalam menyikapi perbedaan pandangan. Beliau mengingatkan agar tidak tergesa-gesa dalam memvonis ajaran lain sebagai sesat, karena banyak jalan menuju Tuhan.

Pentingnya Persatuan dan Cinta Tanah Air

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa umat Islam memiliki kewajiban untuk mencintai Tanah Air. "Umat Islam harus cinta Tanah Air. Harus mencintai negeri, karena cucuran darah juang orang tua kita terdahulu telah memperjuangkan kemerdekaan," ujarnya saat memberikan sambutan.

Beliau juga menyerukan agar seluruh masyarakat tetap kompak dan bersatu, serta tidak mudah dipecah belah oleh berbagai isu. Menag mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama dan menghindari sikap saling menyalahkan.

Nasaruddin Umar secara khusus mengajak jamaah untuk tidak mudah memvonis ajaran atau kelompok lain sebagai sesat. "Jangan terlalu gampang memutuskan sesat, apalagi ajaran tertentu itu tidak benar, bid'ah, musyrik. Sebab banyak jalan menuju Tuhan," tegasnya, menekankan toleransi dalam berkeyakinan.

Bijak Berteknologi di Era Digital

Dalam pidatonya, Menag Nasaruddin Umar juga menyoroti tantangan di era digital yang kian pesat. Beliau mengajak seluruh jamaah, khususnya komunitas tarekat, untuk bijak dalam memanfaatkan teknologi.

Menag memberikan analogi yang kuat terkait penggunaan ponsel. "Sebagai bagian dari komunitas, jamaah tarekat, jangan menjadikan ponsel sebagai iblis," katanya, memperingatkan agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di ponsel daripada membaca Al-Quran.

Lebih lanjut, Menag juga mengingatkan bahaya penyalahgunaan teknologi. "Jangan juga gunakan handphone untuk memfitnah kiri kanan. Saya ingatkan, hindari fitnah," tegasnya, menekankan pentingnya etika digital dan menghindari penyebaran informasi yang tidak benar.

Tarekat Khalwatiyah: Sejarah dan Peranannya

Menteri Agama turut menjelaskan sejarah masuknya Tarekat Khalwatiyah di Indonesia, termasuk kisah personalnya. Beliau mengungkapkan bahwa kakeknya adalah salah satu pendiri Khalwatiyah di Kabupaten Bone, menunjukkan akar historis yang kuat.

Nasaruddin Umar menegaskan legalitas dan posisi Tarekat Khalwatiyah. "Tarekat Khalwatiyah merupakan tarekat resmi, berakidah Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), mazhab fiqih Syafi’i dan bukan ajaran sesat," ucap Menag di hadapan ribuan jamaah.

Beliau juga menyoroti peran penting tarekat ini dalam perjuangan kemerdekaan. "Peranan orang tua kita dulu dalam kemerdekaan juga besar, melawan penjajah. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan, sudah ada Khalwatiyah di Maros," tambahnya, menunjukkan kontribusi historis tarekat ini.

Menag berharap agar orang tua dapat mempercayakan pendidikan anak-anaknya di lingkungan pesantren. Beliau juga berjanji akan memberikan bantuan untuk pembangunan dan pengembangan Tarekat Khalwatiyah, tentu dengan koordinasi bersama pemerintah daerah.

Maulid akbar tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai kalangan. Di antara yang hadir adalah Bupati Maros Chaidir Syam, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. Hamdan Juhannis, dan Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid.

Selain itu, tampak pula Anggota DPRD Sulsel Irfan AB, Kepala Kantor Kemenag Maros H. Muhammad, Ketua MUI KH. Syamsul Khalik, dan Ketua PCNU Maros KH. Ibnu Hajar Arif. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan terhadap acara dan pesan yang disampaikan.

Bupati Maros Chaidir Syam dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Maros telah menetapkan Pattene sebagai Desa Religi. Penetapan ini berkaitan erat dengan acara tahunan Haul Syekh Muhammad Shaleh Puang Lompo yang selalu dirangkaikan dengan maulid akbar, menarik puluhan ribu jamaah dari seluruh Indonesia.

Pimpinan Tarekat Khalwatiyah Samman Pattene, Andi Wahyuddin Malik, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menag Nasaruddin Umar dan seluruh jamaah. Beliau berterima kasih atas dukungan yang diberikan untuk kelangsungan dan pengembangan tarekat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi