Hasil Sidak PT PFN: Bangunan Tua, Gaji Tertunggak dan Peralatan Minim
Setelah meninjau seluruh lokasi PT PFN, Dasco mengaku prihatin melihat kondisi perusahaan yang memiliki banyak masalah.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Produksi Film Negara (PFN) di Jakarta Timur. Sidak ini dilakukan bersama Pimpinan Komisi VI DPR RI untuk meninjau kondisi terkini perusahaan film milik negara tersebut.
"Ya, bagian dari dinamika kita sidak dan kita berpikiran bahwa benar-benar ini sangat kita dukung, dan kita akan terus mendukung perusahaan film ini menjadi pusat konten negara," ujar Dasco kepada wartawan, Jumat (14/3).
Setelah meninjau seluruh lokasi PT PFN, Dasco mengaku prihatin melihat kondisi perusahaan yang memiliki banyak masalah.
"Kami telah melihat kondisi terkini perusahaan film negara dan dengan keadaan yang cukup memprihatinkan, bangunan lama, hutang banyak, gaji karyawan masih tertunggak, gaji direksi yang belum terbayar, dan operasional serta dana produksi yang tersendat-sendat," ujarnya.
Minta Pemerintah Turun Tangan
Ketua Harian Partai Gerindra ini pun meminta pemerintah untuk segera memberikan dukungan bagi PT PFN agar industri film nasional bisa bangkit.
"Dan kami concern dengan pimpinan dan anggota Komisi VI untuk meminta kepada pemerintah dalam hal ini untuk membantu, memajukan agar industri kreatif, industri film di Indonesia menjadi bangkit," ucapnya.
Meski demikian, Dasco tetap optimis dengan semangat karyawan dan pengurus baru PT PFN.
"Dan harapan kita dan juga melihat bahwa para karyawan dan juga para pengurus baru PFN yang optimis dan bersemangat, nanti kami memberikan semangat dan juga ucapan semoga mereka dapat bekerja dengan baik," tambahnya.
Saat ditanya mengenai kondisi studio di PT PFN, Dasco menegaskan bahwa hampir semua fasilitas kurang memadai.
"Semuanya kurang, peralatan gak ada sama sekali, studio ada yang bagus tapi banyak yang memprihatinkan. Sarana pendukung sangat minim," pungkasnya.