Hadirkan 1.717 Siswa, Kegiatan Edukasi Perkeretaapian KAI Commuter Raih Rekor MURI
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka HUT KAI Commuter ke-17 (15 September) lalu, dengan mengusung tema 'Smart Mobility, Sustainable Future.
KAI Commuter meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada kegiatan C-Taditur. Yakni kegiatan Edukasi Perkeretaapian di Commuter Line secara serentak kepada pelajar terbanyak.
Kegiatan C-Taditur ini sendiri dilaksanakan dalam rangka HUT KAI Commuter ke-17 (15 September) lalu, dengan mengusung tema 'Smart Mobility, Sustainable Future. Kegiatan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah operasional KAI Commuter pada Kamis (2/10).
Direktur Operasi dan Komersial KAI Commuter, Broer Rizal mengatakan, kegiatan C-Taditur merupakan bentuk dukungan nyata dari KAI Commuter terhadap pendidikan dan kampanye penggunaan transportasi publik sejak usia dini.
"Hari ini, sebanyak 1.717 siswa-siswi Sekolah Dasar dari wilayah Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya secara serentak mengikuti kegiatan C-Taditur yang diselenggarakan oleh KAI Commuter," ujarnya.
Dikatakan Broer, program C-Taditur ini secara rutin dilakukan tiap bulan dan ditujukan bagi anak-anak sekolah mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga SMA.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengedukasi para siswa tentang pentingnya transportasi publik bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, sepanjang tahun 2024 lalu, KAI Commuter telah mengajak sebanyak 154.001 pelajar untuk mengikuti kegiatan C-Taditur, dari total 1.243 kegiatan. Sedangkan pada tahun 2025 ini (sampai bulan Agustus), C-Taditur sudah diikuti oleh 111.651 pelajar dari 956 kegiatan.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyampaikan bahwa khusus di wilayah 6 Yogyakarta, kegiatan C-Taditur dipusatkan di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Palur (Solo), yang diikuti oleh 400 peserta.
“Anak-anak akan dibawa naik Commuter Line Yogyakarta-Palur dari Stasiun Yogyakarta menuju Stasiun Palur ataupun sebaliknya untuk merasakan pengalaman menggunakan Commuter Line, sekaligus mendapatkan edukasi mengenai tata cara, keamanan, dan manfaat menggunakan transportasi publik. Selain itu, dilakukan juga pengenalan petugas-petugas KAI Commuter dan pemberian bibit pohon kepada peserta C-Taditur untuk ditanam di rumah masing-masing,” ungkap Leza.
KAI Commuter juga mengucapkan terima kasih kepada MURI yang telah memberikan perhatian lebih dan penghargaan terhadap kegiatan ini.
“Kami berharap kegiatan C-Taditur ini dapat menanamkan kesadaran akan pentingnya transportasi publik, serta memberikan pengalaman secara langsung kepada anak-anak tentang bagaimana cara menggunakan Commuter Line yang baik dan benar, serta berkenalan secara langsung dengan profesi-profesi yang ada di Commuter Line,” pungkas dia.
Pergaan Busana Hari Batik di Commuter Line Yogyakarta
Sementara itu pada perayaan Hari Batik Nasional 2025 hari ini, KAI Commuter Area 6 Yogyakarta juga melakukan kegiatan peragaan busana di dalam kereta perjalanan Commuter Line dan Stasiun.
Sekitar 20 orang siswa-siswi program keahlian Tata Busana dari SMK Marsudirini memperagakan busana batik karya UMKM dan desainer muda. Peragaan busana juga dimeriahkan kehadiran komunitas lansia yang mengenakan batik dan ikut dalam perjalanan Commuter Line.
Selain peragaan busana batik di dalam kereta, pada Hari Batik Nasional kali ini para petugas Commuter Line di Stasiun mulai dari passenger service, ticketing, announcer, hingga petugas keamanan juga ikut mengenakan batik dalam melayani para pengguna. Dress code batik ini meneruskan tradisi selama beberapa tahun terakhir setiap hari Batik Nasional.