Hadapi Cuaca Ekstrem di Jakarta, Begini Cara dan Teknik Modifikasi Cuaca sampai Libatkan Pesawat TNI AU
Pemprov Jakarta akan memberlakukan operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan dilaksanakan pada hari ini Sabtu (1/2) hingga selama sepekan ke depan.
Pemprov Jakarta akan memberlakukan operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang akan dilaksanakan pada hari ini Sabtu (1/2) hingga selama sepekan ke depan. Kegiatan ini untuk menanggulangi potensi cuaca ekstrem wilayah Jakarta beberapa waktu belakangan.
Penjabat Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi telah memerintahkan jajarannya mempersiapkan diri menghadapi terjadinya cuaca ekstrem.
"BMKG telah mengeluarkan peringatan tentang potensi cuaca hujan yang dapat terjadi hingga 6 Februari mendatang," kata Teguh dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/2).
Jadwal Modifikasi Cuaca
Kegiatan OMC akan berlangsung setiap hari dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB, dengan pengawasan dari BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan pelaksanaan tidak mengganggu penerbangan komersial dan militer.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Marulitua Sijabat S berharap operasi modifikasi cuaca ini dapat mengurangi intensitas hujan yang melanda wilayah Jakarta.
Maruli menjelaskan, cuaca ekstrem berupa hujan deras yang terjadi pada 28-29 Januari 2025 lalu, menjadi cambuk bagi pihaknya karena mengakibatkan banjir yang menyebabkan timbulnya dampak kerugian ekonomi yang.
"Karena itu, Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi, telah memberi arahan pada jajarannya untuk mengantisipasi kejadian berulang," ucap Maruli.
Libatkan Banyak Unsur
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD menjelaskan OMC bertujuan mengubah pola cuaca sehingga nantinya bisa mengurangin intensitas hujan dalam waktu singkat. Sebab dengan curah hujan beberapa waktu sebelumnya telah menyebabkan banyak wilayah terdampak banjir hingga genangan mengepung Jakarta.
"OMC merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana yang lebih luas. Dengan mengurangi curah hujan, OMC berkontribusi pada penurunan risiko bencana hidrometeorologi, salah satunya banjir," imbuh Yohan.
Pesawat TNI AU Diterjunkan
Sementara itu, Kepala Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI Jakarta, Michael Sitanggang bilang, OMC kali ini juga melibatkan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Selain itu, juga akan dilibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai supervisi, serta unsur TNI AU. Bahkan, pelaksanaan sortie penerbangan bakal menggunakan pesawat Cesna milik TNI AU dengan jumlah penerbangan mempertimbangkan dari weather forecaster & Flight Scientist BMKG.
Secara teknis, ujar dia kegiatan OMC setiap harinya akan dimulai sekitar pukul 07.00 hingga 17.00 sore. Pelaksanaan sortie penerbangan akan dilakukan berdasar hasil pengamatan dan supervisi dari pihak BMKG.
Michael berujar, pihak pengelola bandara dan TNI AU telah menjamin kegiatan OMC ini tidak terkendala penerbangan komersial dan militer. Hal itu lantaran OMC telah diputuskan menjadi prioritas kegiatan penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma.
"Kami belum bisa tentukan berapa banyak sortie dalam sehari hingga 6 Februari nanti. Hal itu tentunya disesuaikan dengan hasil pengamatan dan supervisi BMKG," ucap dia.