Hujan Diprediksi Landa Jakarta 14–17 Januari 2026, Modifikasi Cuaca Dilakukan Cegah Banjir
Operasi Modifikasi Cuaca direncanakan berlangsung selama lima hari ke depan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi atau cuaca ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya. OMC dimulai pada hari ini, Selasa (13/1).
Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto mengatakan, OMC direncanakan berlangsung selama lima hari ke depan. OMC dilaksanakan sebagai langkah mitigasi untuk menghadapi potensi peningkatan curah hujan yang dapat memicu banjir dan genangan di wilayah Jabodetabek.
"Betul, hari ini mulai. Rencana lima hari ke depan, berikutnya akan melihat situasi kondisi eskalasi cuaca dan rekomendasi dari BMKG,” kata Agus saat dikonfirmasi.
Menurut Agus, keberlanjutan OMC akan sangat bergantung pada perkembangan cuaca di lapangan serta hasil analisis dan prediksi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Jika potensi cuaca ekstrem masih tinggi, BNPB membuka peluang untuk memperpanjang durasi OMC tersebut.
Prediksi Cuaca Jakarta
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyampaikan, koordinasi intensif telah dilakukan dengan BNPB terkait pelaksanaan OMC. BPBD DKI siap melanjutkan upaya modifikasi cuaca setelah pelaksanaan OMC oleh BNPB berakhir.
“Saya sudah koordinasi dengan Direktur BNPB. Jadi BNPB mengadakan OMC mulai hari ini sampai lima hari ke depan. Selanjutnya BPBD DKI bisa melanjutkan, tentunya juga berdasarkan hasil prediksi BMKG,” ujar Isnawa.
Selain itu, BPBD DKI juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Hal ini menyusul adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang diperkirakan akan melanda wilayah DKI Jakarta pada periode 14–17 Januari 2026.
Berdasarkan laman resmi BPBD DKI Jakarta, peringatan dini dikeluarkan merujuk prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Oleh sebab itu, masyarakat di wilayah ibu kota diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca, terutama risiko genangan dan banjir lokal di wilayah rawan.
“Masyarakat diimbau selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem,” demikian keterangan BPBD DKI Jakarta, dikutip Selasa (13/1).
BPBD DKI juga meminta warga untuk menyiapkan perlengkapan dasar, seperti payung atau jas hujan, serta tas siaga bencana sebagai langkah antisipasi. Selain itu, masyarakat diimbau rutin memantau informasi perkembangan cuaca dan tinggi muka air melalui kanal resmi pemerintah.
Akses informasi tinggi muka air (TMA) dapat diakses di laman bpbd.jakarta.go.id/waterlevel, serta pemantauan potensi genangan dan banjir melalui situs pantauanjir.jakarta.go.id. Warga juga dapat melaporkan kejadian genangan atau banjir melalui aplikasi JAKI.