Gubernur Jatim Yakin Sekolah Rakyat Efektif Putus Rantai Kemiskinan
Gubernur Khofifah Indar Parawansa tegaskan Sekolah Rakyat Jatim menjadi strategi ampuh memutus rantai kemiskinan, dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi siswa.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan keyakinannya bahwa program Sekolah Rakyat (SR) merupakan cara yang sangat efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan di wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan saat Bimbingan Teknis (Bimtek) kepala sekolah dan tenaga kependidikan SR se-Jawa Timur di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Surabaya.
Khofifah menekankan pentingnya pengelolaan SR berbasis asrama agar pelaksanaannya berjalan optimal dan mampu mencetak generasi unggul. Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara proaktif meningkatkan kompetensi para pengelola SR melalui pelatihan ini.
Momentum Bimtek diharapkan menjadi landasan kuat untuk memastikan kualitas pengelolaan institusi pendidikan tersebut selaras dengan dinamika sosial yang beragam dan memerlukan mitigasi komprehensif. Tujuan utamanya adalah menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Peningkatan Kompetensi dan Peran Strategis Sekolah Rakyat
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan dan peningkatan kualitas Sekolah Rakyat melalui penyelenggaraan bimbingan teknis. Kegiatan ini ditujukan bagi kepala sekolah, wali asuh, serta wali asrama SR di seluruh Jawa Timur.
Khofifah berharap Bimtek ini dapat menjadi pijakan penting untuk memastikan pengelolaan pendidikan yang adaptif dan responsif terhadap berbagai tantangan sosial. Ini mencerminkan upaya mitigasi komprehensif dari pemerintah daerah.
Sekolah Rakyat ditempatkan sebagai wadah utama untuk mendorong lahirnya potensi anak bangsa yang unggul dan berprestasi. Fasilitas pendukung yang disiapkan pemerintah diharapkan dapat mengoptimalkan proses pembelajaran.
Dengan demikian, diharapkan SR mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di berbagai bidang. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Jawa Timur.
Jawa Timur, Episentrum Sekolah Rakyat Nasional
Saat ini, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia, mencapai 26 sekolah. Angka ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas.
Provinsi ini juga memiliki jumlah peserta didik SR terbanyak, yakni 2.249 siswa, yang terbagi dalam 98 rombongan belajar. Rinciannya meliputi 15 rombel jenjang SD, 35 rombel jenjang SMP, dan 48 rombel jenjang SMA.
Gubernur Khofifah menyatakan keinginan untuk menjadi bagian penguat, penyukses, dan pendorong agar SR di Jatim menjadi harapan bagi potensi brilian dan berlian. Ia mencontohkan apresiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terhadap penampilan siswa SR Jatim.
Siswa SR Jawa Timur juga menunjukkan kemampuan luar biasa dengan menyampaikan pidato dalam berbagai bahasa, termasuk Arab dan Jepang, yang melampaui ekspektasi. Ini membuktikan bahwa banyak anak brilian yang hanya membutuhkan ruang untuk berkembang.
Sinergi Lintas Instansi untuk Adaptasi Siswa
Gubernur Khofifah mengingatkan kepala sekolah dan tenaga kependidikan untuk senantiasa peka terhadap proses adaptasi siswa. Siswa SR datang dari berbagai latar belakang keluarga dan pendidikan yang beragam.
Setiap persoalan sosial di lingkungan sekolah harus segera diidentifikasi, diantisipasi, dan dicarikan solusi cepat. Hal ini membutuhkan perhatian khusus dari seluruh pihak terkait.
Pentingnya sinergi lintas instansi dalam tata kelola SR juga ditekankan oleh Gubernur. Jika ada masalah, tidak boleh dibiarkan dan harus segera ditangani di tingkat daerah.
Solusi dapat dicari bersama Dinas Pendidikan (Dindik) dan Dinas Sosial (Dinsos) setempat, serta pemerintah kota atau kabupaten. Ini menghindari pelaporan masalah yang terlalu jauh hingga ke Kementerian Sosial (Kemensos).
Sumber: AntaraNews