Wow, SMAN 1 Dampit Punya 300 Jenis Tanaman! Gubernur Jatim Apresiasi Teladan Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah
Gubernur Khofifah memuji SMAN 1 Dampit sebagai teladan Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah melalui program SIKAP yang mengubah lahan tak produktif jadi kebun edukatif. Simak dampaknya!
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini memberikan apresiasi tinggi kepada SMAN 1 Dampit, Kabupaten Malang. Sekolah tersebut dinilai berhasil menjadi contoh teladan dalam pengembangan Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah. Apresiasi ini diberikan atas implementasi program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang dinilai sangat inspiratif dan bermanfaat.
Program SIKAP, yang sebelumnya dikenal sebagai School Food Care (SFC), merupakan inisiasi Gubernur Khofifah melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Melalui program ini, SMAN 1 Dampit berhasil menyulap lahan tidak produktif seluas empat hektare menjadi area pertanian organik yang subur. Kini, lahan tersebut ditanami ratusan jenis tanaman pangan dan hortikultura.
Keberhasilan SMAN 1 Dampit dalam mengelola lahan pertanian ini menarik perhatian Gubernur Khofifah secara langsung. Beliau menyatakan kekagumannya terhadap semangat siswa dan guru dalam mengembangkan SIKAP, yang kini menjadi model bagi banyak SMA/SMK Negeri di Jawa Timur. Inisiatif ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan kreativitas siswa.
Inovasi SIKAP: Dari Lahan Sampah Menjadi Kebun Edukatif
Transformasi lahan di SMAN 1 Dampit menjadi kebun edukatif merupakan kisah inspiratif. Ketua Tim Adiwiyata SMAN 1 Dampit, Kustiawati, menjelaskan bahwa lahan sekolah tersebut dulunya merupakan tempat pembuangan sampah. Namun, berkat program SIKAP, lahan itu berhasil diubah menjadi area pertanian produktif sejak tahun 2024.
Gubernur Khofifah, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai dan Kepala Sekolah SMAN 1 Dampit Yudi Krisdianto, berkesempatan berkeliling. Beliau melihat langsung lahan empat hektare yang kini dipenuhi 300 jenis sayur dan buah. "Saya kagum dengan lahan pertanian di sini. Total ada 300 jenis sayur dan buah," ujar Gubernur Khofifah.
Pengembangan SIKAP tidak hanya berfokus pada penanaman. Para siswa juga diajarkan membuat pupuk organik sendiri, memastikan seluruh tanaman tumbuh secara alami. Proses ini memberikan pembelajaran praktis tentang pertanian berkelanjutan. Ini adalah contoh nyata bagaimana Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah dapat diimplementasikan secara efektif.
Selain kebun, Gubernur Khofifah juga memberikan masukan untuk memperluas kolam ikan lele yang terintegrasi dalam sistem SIKAP. Perluasan ini bertujuan menampung lebih banyak ikan dengan ukuran bervariasi. Integrasi antara pertanian dan perikanan menunjukkan pendekatan holistik dalam menjaga ketahanan pangan.
Dampak Berganda Program SIKAP dan Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
Program SIKAP membawa dampak berganda bagi seluruh elemen sekolah. Kustiawati menyebutkan bahwa hadirnya SIKAP tidak sekadar menjadi pembelajaran bagi siswa untuk bercocok tanam. Program ini juga membantu siswa memahami kebutuhan dasar hidup serta mendukung program pemerintah mengenai ketahanan pangan.
Kepala Sekolah SMAN 1 Dampit, Yudi Krisdianto, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Gubernur Khofifah. Beliau bangga SIKAP telah membawa sekolahnya meraih juara 3 dalam ajang SMA Award kategori ketahanan pangan. Prestasi ini menunjukkan pengakuan atas inovasi dan kerja keras yang telah dilakukan.
Gubernur Khofifah menyoroti bahwa upaya SMAN 1 Dampit ini selaras dengan program Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. "Kita ingin ini menjadi bagian yang ikut menyukseskan program Presiden dan Wakil Presiden terkait ketahanan pangan," ujarnya. Ini menggarisbawahi relevansi program SIKAP dalam skala yang lebih luas.
Hasil pertanian dari SIKAP tidak hanya untuk konsumsi internal. Produk-produk segar ini juga dijual kepada guru, wali murid, dan masyarakat sekitar. Hal ini menciptakan ekosistem ekonomi kecil yang mandiri. Penjualan ini sekaligus menjadi bukti keberhasilan program Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah dalam menyediakan pangan sehat.
SIKAP sebagai Role Model Pendidikan Berbasis Alam
Gubernur Khofifah berharap SIKAP dapat menjadi role model bagi semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga Aliyah. Beliau meyakini bahwa ketahanan pangan dapat tumbuh dari lingkungan sekolah yang aktif menanam beragam sayur dan buah. Ini adalah visi jangka panjang untuk pendidikan yang lebih holistik.
Gubernur Khofifah menekankan pentingnya menanamkan karakter dan cinta terhadap alam pada anak-anak. Selain kecerdasan intelektual, siswa juga harus mampu berkreasi dan inovatif bersama guru. Pengembangan proses pembelajaran berbasis alam atau tanaman menjadi kunci dalam membentuk generasi yang peduli lingkungan.
Program SIKAP di SMAN 1 Dampit membuktikan bahwa sekolah memiliki potensi besar menjadi pusat pembelajaran dan produksi pangan. Dengan lahan yang dioptimalkan dan partisipasi aktif siswa, konsep Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah dapat memberikan kontribusi signifikan. Ini tidak hanya pada pendidikan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan ekonomi lokal.
Sumber: AntaraNews