Gempa 5,4 Magnitudo di Laut Kuta Selatan Bali, BMKG Jelaskan Jenis dan Pemicunya
Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.
Gempa bumi dengan kekuatan 5,4 magnitudo terjadi di wilayah selatan Bali pada Kamis (17/4). Gempa terkado pukul 13.15 WIB.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKGDr. Daryono mengatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.3.
"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 11,54° LS ; 115,77° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 310 km arah tenggara Kuta Selatan, Bali, pada kedalaman 11 km," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/4).
Jika dilihat dari jenis dan mekanisme gempa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya. Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan di luar zona subduksi atau outer rise zone dan gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
"Berdasarakan estimasi peta guncangan, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Badung, Denpasar, Tabanan, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, dan Jawa Timur dengan getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan truk berlalu. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," imbuhnya.
Hingga sekarang, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau after shock.
"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," ujarnya.