BBMKG Ungkap Gempa Kuta Bali Bermagnitudo 4,5 Akibat Sesar Aktif dengan Gerakan Mendatar
BBMKG Wilayah III Denpasar merilis analisis terkait gempa dangkal bermagnitudo 4,5 di Kuta Bali. Gempa ini disebabkan aktivitas sesar aktif di dasar laut dengan gerakan mendatar dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Gempa bumi dangkal bermagnitudo 4,5 mengguncang wilayah Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Sabtu sore. Peristiwa ini terjadi tepat pukul 17.34 WITA, memicu perhatian dari masyarakat setempat. Guncangan dirasakan di beberapa area Pulau Dewata, termasuk Kuta Selatan, Kuta, Denpasar, dan Jembrana.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar segera melakukan analisis mendalam terhadap kejadian ini. Kepala BBMKG Wilayah III, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa gempa tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif di dasar laut. Analisis menunjukkan gempa memiliki karakteristik gerakan mendatar atau strike slip.
Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, BBMKG memastikan bahwa gempa bumi tektonik ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Meskipun demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap informasi resmi dari lembaga berwenang.
Karakteristik dan Penyebab Gempa Kuta Bali
Analisis detail dari BBMKG Wilayah III Denpasar mengidentifikasi episenter gempa berada pada koordinat 9,26 derajat Lintang Selatan (LS) dan 114,78 derajat Bujur Timur (BT). Lokasi tepatnya adalah di laut, sekitar 71 kilometer barat daya Kuta Selatan, Bali pada kedalaman 34 kilometer.
Cahyo Nugroho menegaskan bahwa karakteristik gempa ini adalah dangkal, yang berarti sumber guncangan relatif dekat dengan permukaan bumi. Kedalaman yang dangkal seringkali membuat guncangan lebih terasa di permukaan. Gerakan mendatar (strike slip) menunjukkan pergerakan lempeng tektonik yang saling bergeser secara horizontal.
Aktivitas sesar aktif di dasar laut menjadi pemicu utama gempa ini, seperti yang diungkapkan oleh BBMKG. Sesar aktif merupakan retakan pada kerak bumi yang masih menunjukkan pergerakan. Pergerakan inilah yang melepaskan energi dan menyebabkan terjadinya guncangan.
Meskipun gempa terasa cukup kuat di beberapa wilayah, hasil pemodelan tsunami memberikan kabar baik. BBMKG secara resmi menyatakan bahwa gempa bumi ini tidak memiliki potensi untuk membangkitkan tsunami. Hal ini penting untuk menenangkan kekhawatiran masyarakat.
Gempa Susulan dan Imbauan Kewaspadaan
Setelah gempa utama, BBMKG Wilayah III Denpasar juga mencatat terjadinya gempa susulan dengan magnitudo yang lebih kecil. Gempa susulan ini bermagnitudo 2,5 dan terjadi pada pukul 18.21 WITA. Kedalaman gempa susulan tercatat 10 kilometer, dengan lokasi 78 kilometer barat daya Kuta Selatan.
Gempa susulan dengan magnitudo yang lebih rendah adalah fenomena umum setelah gempa utama. Ini menunjukkan penyesuaian batuan di sekitar sesar aktif setelah pelepasan energi awal. Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap dianjurkan untuk mengikuti perkembangan informasi resmi.
Pihak BBMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah Bali dan sekitarnya. Informasi terkini akan selalu disampaikan kepada publik untuk memastikan keamanan dan ketenangan. Kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan gempa.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari lembaga resmi. Pastikan selalu merujuk pada data dan analisis yang dikeluarkan oleh BBMKG atau badan terkait lainnya. Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana alam.
Sumber: AntaraNews