Gempa 4,3 Magnitudo Bikin Kuta Selatan Bergoyang, Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa terjadi pukul 15.31 WITA pada jarak 59 kilometer barat daya Kuta Selatan.
Gempa bumi tektonik terjadi di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (24/8) pukul 15.31.14 WITA.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho mengatakan, wilayah Kuta Selatan diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan 4,3 magnitudo.
"Hasil analisa update dari BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M 4,3. Episenter terletak pada koordinat 9,33° LS; 115,19° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 59 km barat daya Kuta Selatan, Bali pada kedalaman 60 km," kata Cahyo, Minggu (24/8) sore.
Ia menerangkan, jenis dan mekanisme gempa bumi, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dibawah lempeng Eurasia.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," imbuhnya.
Kemudian, untuk dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Kuta Selatan, Kuta, Kuta Utara dan getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Selanjutnya, di wilayah Denpasar dan Kabupaten Karangasem juga getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," jelasnya.
Gempa bumi susulan terjadi pukul 16.00 WITA. Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.
"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. Agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," ujarnya.