Geger Indramayu! Lima Jasad Ditemukan Terkubur di Belakang Rumah
Pihak kepolisian saat ini sedang melakukan serangkaian penyelidikan atas penemuan tersebut. Diduga kelima jasad itu merupakan korban pembunuhan.
Warga Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, digemparkan dengan penemuan lima jasad terkubur di belakang rumah bernomor 52 di Jalan Siliwangi, Senin (1/9). Temuan mengerikan itu langsung mengundang perhatian aparat dan warga sekitar.
Pihak kepolisian saat ini sedang melakukan serangkaian penyelidikan atas penemuan tersebut. Diduga kelima jasad itu merupakan korban pembunuhan.
"Benar telah ditemukan lima orang meninggal dunia yang terkubur di gundukan tanah di belakang rumah korban. Seluruh korban merupakan satu keluarga yang tinggal di rumah itu," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/9).
Identitas korban diantaranya ialah Sachroni alias Roni (76) pensiunan pegawai BRI, Budi Awaludin (40), wiraswasta, anak kandung Sachroni, Euis Juwita Sari (37), pedagang sekaligus istri Budi, Ratu Khairunnisa (7) anak pasangan Budi dan Euis, serta Bela (10 bulan) yang juga anak pasangan Budi dan Euis.
Penemuan jasad kelimanya berawal saat saksi bernama Nikko dan istrinya mendatangi rumah korban sekitar pukul 16.00 WIB. Itu setelah mendapat kabar dari keluarga korban di Jakarta, bahwa Euis tidak bisa dihubungi.
Bau busuk tercium dari dalam rumah saat Nikko tiba di sana. Mereka sempat mendobrak pintu depan, memeriksa seluruh ruangan, tapi tak menemukan penghuni rumah.
Namun, saat Nikko dan istrinya mengecek bagian belakang rumah, didapati gundukan tanah yang diduga jadi muasal bau tak sedap menyengat tadi.
Peristiwa ini pun dilaporkan ke dilaporkan ke Polsek Indramayu. Tim kepolisian bersama Inafis Polres Indramayu kemudian melakukan penggalian pada gundukan tanah itu, dan mendapati lima jasad dalam kondisi membengkak pada sekitar pukul 18.00 WIB.
"Sekitar pukul 22.26 WIB, kelima jasad berhasil diangkat dan dibawa ke RS Bhayangkara Indramayu untuk keperluan identifikasi dan autopsi," jelas Hendra.
Adapun kondisi rumah itu berantakan acak-acakan. Satu unit mobil pikap milik korban tidak ditemukan, begitu juga ponsel milik para korban. Dari tempat kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Itu antara lain 1 cangkul, 1 ember, dan 2 sprei yang ada bercak darah.
Pemeriksaan sementara menunjukkan para korban sudah meninggal lebih dari dua hari. Saat ini, Satreskrim Polres Indramayu masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap identitas pelaku.
"Kasus ini masih dalam penyelidikan. Dugaan kuat, korban merupakan hasil tindak pidana pembunuhan. Kami akan terus mengembangkan penyidikan," katanya.