Warga Baduy melakukan perjalanan kegiatan Seba dari pemukiman mereka di Kanekes menuju Pendopo Bupati di Lebak, Banten, Jumat (24/04/2026). (AFP/ Yasyuyoshi Chiba)
ADVERTISEMENT
Sekitar 1.500 warga Suku Badui berjalan kaki menuju Pendopo Bupati di Lebak sebagai bagian dari tradisi tahunan Seba.Perjalanan sejauh kurang lebih 40 kilometer ditempuh warga Badui Dalam dan Badui Luar dari wilayah adat di Kanekes menuju Rangkasbitung pada Jumat (24/4/2026).
Tradisi ini dilakukan setelah mereka menyelesaikan Kawalu, yakni rangkaian puasa dan ritual syukur yang berlangsung selama tiga bulan. Seba menjadi momentum bagi masyarakat Badui untuk menjalin hubungan dengan pemerintah daerah. Dalam tradisi tersebut, kepala daerah dipandang sebagai “Bapak Gede”, sosok yang dihormati dalam struktur hubungan antara masyarakat adat dan pemerintah.
Dalam pelaksanaannya, warga Badui membawa berbagai hasil bumi seperti beras huma, ubi, buah-buahan, dan laksa. Penyerahan hasil bumi ini menjadi simbol rasa syukur atas panen sekaligus bentuk penghormatan kepada pemerintah. Selain sebagai ungkapan syukur, Seba juga menjadi sarana penyampaian pesan adat, termasuk pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Tradisi ini merefleksikan nilai-nilai utama masyarakat Badui seperti kebersamaan, keseimbangan hidup, serta harmoni dengan alam.
Warga Baduy Luar bersiap melakukan perjalanan kegiatan Seba di Kanekes, Banten, Jumat (24/04/2026). AFP/ Yasyuyoshi ChibaWarga Baduy Luar bersiap melakukan perjalanan kegiatan Seba di Kanekes, Banten, Jumat (24/04/2026). AFP/ Yasyuyoshi ChibaWarga Baduy melakukan perjalanan kegiatan Seba dari pemukiman mereka di Kanekes menuju Pendopo Bupati di Lebak, Banten, Jumat (24/04/2026). AFP/ Yasyuyoshi ChibaWarga Baduy melakukan perjalanan kegiatan Seba dari pemukiman mereka di Kanekes menuju Pendopo Bupati di Lebak, Banten, Jumat (24/04/2026). AFP/ Yasyuyoshi ChibaWarga Baduy melakukan perjalanan kegiatan Seba dari pemukiman mereka di Kanekes menuju Pendopo Bupati di Lebak, Banten, Jumat (24/04/2026). AFP/ Yasyuyoshi ChibaWarga Baduy melakukan perjalanan kegiatan Seba dari pemukiman mereka di Kanekes menuju Pendopo Bupati di Lebak, Banten, Jumat (24/04/2026). AFP/ Yasyuyoshi ChibaWarga Baduy melakukan perjalanan kegiatan Seba dari pemukiman mereka di Kanekes menuju Pendopo Bupati di Lebak, Banten, Jumat (24/04/2026). AFP/ Yasyuyoshi ChibaWarga Baduy melakukan perjalanan kegiatan Seba dari pemukiman mereka di Kanekes menuju Pendopo Bupati di Lebak, Banten, Jumat (24/04/2026). AFP/ Yasyuyoshi Chiba
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengajak warga meneladani Kearifan Lokal Suku Badui, khususnya nilai kesederhanaan dan kejujuran, usai menerima rombongan Seba Badui 2026.
Ratusan warga Baduy Dalam menempuh perjalanan sakral 200 km di malam hari untuk Upacara Adat Seba Baduy, ritual tahunan menjaga tradisi, alam, dan menyampaikan pesan ke pemerintah.
Gubernur Banten Andra Soni memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi masyarakat adat Kanekes dalam menjaga kelestarian Tradisi Seba Baduy yang telah berlangsung ratusan tahun, menarik perhatian pada nilai-nilai luhur.
Puluhan warga Badui Dalam menempuh perjalanan ratusan kilometer untuk mengikuti Tradisi Seba Badui, ritual tahunan yang sarat makna dalam menjaga kelestarian alam dan hubungan harmonis dengan pemerintah daerah.
Masyarakat Suku Badui di Lebak bersiap menggelar Tradisi Seba Badui pada April 2026 sebagai wujud syukur dan silaturahmi, menargetkan kunjungan puluhan ribu wisatawan.
Pengadilan Militer II-08 Jakarta menjatuhkan vonis penjara kepada empat prajurit TNI dalam perkara penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus