Warga beristirahat di tempat pengungsian setelah banjir bandang dan tanah longsor di Pandan, Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, Minggu (30/11/2025). (AFP/ YT Hariono)
ADVERTISEMENT
Warga di sejumlah daerah di Sumatera terus bertahan di tempat pengungsian setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.Hingga Senin (01/12/2025), jumlah korban meninggal tercatat mencapai 442 jiwa, sementara 209 orang masih dinyatakan hilang berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Ribuan rumah rusak dan infrastruktur terdampak turut memperburuk situasi di lapangan. Di Sumatera Utara, para pengungsi tersebar di berbagai titik, antara lain 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal. Sementara itu, Aceh mencatat sekitar 62.000 kepala keluarga mengungsi akibat banjir bandang yang menghantam kawasan Meureudu dan sekitarnya. Di Sumatera Barat, jumlah pengungsi mencapai 77.918 jiwa.
Warga antri mendapatkan makanan di tempat penampungan pascabanjir bandang dan tanah longsor di Pandan, Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, Minggu (30/11/2025). AFP/ YT HarionoWarga beristirahat di tempat pengungsian setelah banjir bandang dan tanah longsor di Pandan, Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, Minggu (30/11/2025). AFP/ YT HarionoWarga beristirahat di tempat pengungsian setelah banjir bandang dan tanah longsor di Pandan, Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, Minggu (30/11/2025). AFP/ YT HarionoWarga desa terdampak banjir beristirahat di tempat pengungsian setelah banjir bandang melanda Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia, Sabtu (29/11/2025). AFP/ Chaideer MahyuddinWarga desa terdampak banjir beristirahat di tempat pengungsian setelah banjir bandang melanda Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia, Sabtu (29/11/2025). AFP/ Chaideer MahyuddinBlok pengisi daya ponsel terlihat di tempat pengungsian setelah banjir bandang dan tanah longsor di Pandan, Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, Minggu (30/11/2025). AFP/ YT HarionoWarga desa terdampak banjir beristirahat di tempat pengungsian setelah banjir bandang melanda Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, Indonesia, Sabtu (29/11/2025). AFP/ Chaideer Mahyuddin
Pusdalops PB Sumut mencatat 3.554 jiwa masih menjadi pengungsi bencana Sumut pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda provinsi tersebut pada akhir November 2025.
Pusdalops PB Sumut mencatat 4.638 jiwa masih menjadi pengungsi bencana Sumut akibat bencana hidrometeorologi yang melanda pada akhir November 2025. Simak detail penyebaran dan upaya penanganannya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah Korban Banjir Bandang Sumatra dan tanah longsor di tiga provinsi telah mencapai 914 jiwa, dengan ratusan lainnya masih hilang. Simak detail terkini!
Data terbaru dari BPBD Sumut mengungkapkan 307 korban tewas dan 167 orang hilang akibat banjir bandang serta tanah longsor yang melanda 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Simak rincian lengkap Korban Banjir Bandang Sumut.
Banjir dan longsor di Sumatera akhir November 2025 meluluhlantakkan ribuan sekolah. Namun, semangat belajar Pendidikan Anak Korban Bencana tetap menyala, didukung relawan dan pemerintah.
Ribuan penyintas banjir di Bener Meriah terpaksa hidup nomaden setelah kehilangan rumah, menanti rampungnya hunian sementara (Huntara) dari pemerintah. Kisah pilu penyintas banjir Bener Meriah yang kehilangan segalanya.
Sekretaris Daerah Bener Meriah berharap adanya Gudang Bulog Bener Meriah untuk stok beras, yang menjadi krusial mengingat wilayah tersebut rawan bencana, termasuk aktivitas Gunung Burni Telong dan dampak banjir Sumatera.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah menyerahkan data penting kepada Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) terkait potensi peninjauan kembali pencabutan izin perusahaan penyebab banjir di Sumatera, memicu pertanyaan tentang nasib 28 perusahaan yang te
Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan PT Hutama Karya terus mengakselerasi perbaikan puluhan titik jalan amblas di Sumut, khususnya di Jalan Lintas Sumatera, pasca bencana longsor dan banjir demi kelancaran lalu lintas dan keselamatan warga.