Update Total Korban Banjir Sumatra: 1.090 Warga Meninggal Dunia, 186 Orang Masih Hilang

Data tersebut merupakan hasil pembaruan terbaru dari laporan pemerintah daerah dan tim di lapangan.

Henni Rachma Sari
Oleh Henni Rachma Sari - Reporter
Update Total Korban Banjir Sumatra: 1.090 Warga Meninggal Dunia, 186 Orang Masih Hilang
Update Total Korban Banjir Sumatra: 1.090 Warga Meninggal Dunia, 186 Orang Masih Hilang (Merdeka.com)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera telah mencapai 1.090 orang. Hingga saat ini, 186 orang masih dinyatakan hilang dan terus dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa data tersebut merupakan hasil pembaruan terbaru dari laporan pemerintah daerah dan tim di lapangan.

"Berdasarkan laporan terkini yang kami terima hingga hari ini, total korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera mencapai 1.090 orang. Sementara 186 orang lainnya masih dalam pencarian," ujar Abdul Muhari, Sabtu (20/12).

Ia menjelaskan, pencarian korban masih terus dilakukan meski dihadapkan pada tantangan medan yang berat serta cuaca yang belum sepenuhnya membaik di beberapa lokasi terdampak.

"Tim SAR gabungan masih bekerja di lapangan dengan mengedepankan keselamatan personel. Kondisi geografis dan potensi bencana susulan menjadi tantangan utama dalam proses pencarian," katanya.

Mendagri Minta Kepala Daerah Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Sumatra
Tumpukan-tumpukan kayu gelondongan ini merupakan material yang terbawa arus banjir bandang yang terjadi Selasa (25/11/2025) lalu. Tampak dalam foto, personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) © 2025 Liputan6.com

BNPB juga mencatat ratusan ribu warga masih mengungsi di berbagai titik pengungsian yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pemerintah bersama unsur terkait terus berupaya memastikan kebutuhan dasar pengungsi, termasuk logistik, layanan kesehatan, dan sanitasi, tetap terpenuhi.

Abdul Muhari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan, mengingat curah hujan di sejumlah wilayah masih tergolong tinggi.

"Kami mengimbau masyarakat agar terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak beraktivitas di area rawan bencana, terutama di sekitar aliran sungai dan lereng perbukitan," pungkasnya.

Rekomendasi