Forkopimko Jakarta Utara Pastikan Kesiapan Penanggulangan Banjir Jelang Musim Hujan
Forkopimko Jakarta Utara meninjau rumah pompa utama untuk memastikan Kesiapan Penanggulangan Banjir Jakarta Utara di tengah musim hujan, adakah kendala yang ditemukan?
Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara melakukan peninjauan langsung ke dua rumah pompa vital di wilayahnya, yakni Rumah Pompa Sunter C dan Stasiun Pompa Ancol Sentiong. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, sebagai langkah proaktif menghadapi potensi banjir di musim hujan. Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat memimpin peninjauan ini, didampingi oleh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz dan Dandim 0502/JU Kolonel TNI Inf Dony Gredinad.
Tujuan utama dari kunjungan lapangan ini adalah untuk mengecek kesiapan sarana dan prasarana pompa yang ada, memastikan semuanya berfungsi optimal. Kesiapan infrastruktur penanggulangan banjir menjadi prioritas utama bagi pemerintah kota. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisir dampak genangan dan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah Jakarta Utara saat intensitas hujan tinggi.
Pemeriksaan ini sangat krusial mengingat Jakarta Utara adalah salah satu wilayah yang rentan terhadap genangan air dan banjir. Dengan memastikan kesiapan sejak dini, diharapkan sistem penanggulangan banjir dapat bekerja secara efektif. Hal ini demi melindungi keselamatan serta kenyamanan masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi.
Infrastruktur Krusial Penanggulangan Banjir di Jakarta Utara
Peninjauan Forkopimko Jakarta Utara difokuskan pada dua lokasi strategis, yaitu Rumah Pompa Sunter C dan Stasiun Pompa Ancol Sentiong. Kedua rumah pompa ini dipilih sebagai sampel representatif untuk melihat kondisi kesiapan pompa secara menyeluruh di Jakarta Utara. Kepala Seksi Pompa Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara, Frans A. Siahaan, menjelaskan pentingnya pengecekan ini, terutama saat musim hujan tiba.
Stasiun Pompa Ancol Sentiong memiliki kapasitas yang sangat besar, mencapai 10.000 liter per detik, dengan lima unit pompa yang siap beroperasi. Namun, operasional dan pemeliharaan stasiun pompa ini berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung–Cisadane (BBWSCC). Hal ini menunjukkan adanya koordinasi lintas instansi dalam upaya penanggulangan banjir di ibu kota.
Fokus Kesiapan Operasional dan Sumber Daya Pendukung
Wali Kota Hendra Hidayat menekankan bahwa seluruh sarana dan prasarana pengendalian banjir harus dipastikan dalam kondisi sehat dan siap dioperasikan kapan pun dibutuhkan. “Arahan Pak Wali Kota jelas, semua sarana penanggulangan banjir harus berfungsi dengan baik dan siap operasi,” ujar Frans A. Siahaan. Selain itu, kesiapan operator juga menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan. “Percuma pompa bagus kalau operatornya lelah atau lalai,” tambahnya, menyoroti peran vital sumber daya manusia.
Kesiapan bahan bakar minyak (BBM) dan genset cadangan juga menjadi perhatian serius selama peninjauan. Hal ini sangat penting untuk mengantisipasi kondisi darurat, seperti pemadaman listrik saat hujan deras. Dengan adanya pasokan energi cadangan, operasional pompa dapat terus berjalan tanpa hambatan, memastikan air dapat dipompa keluar dari area rawan banjir.
Mengatasi Tantangan dan Optimalisasi Sistem Pengendalian Banjir
Meskipun upaya maksimal telah dilakukan, masih terdapat kendala teknis di lapangan yang perlu diatasi. Salah satu masalah utama adalah sampah yang terbawa aliran air dan masuk ke dalam sistem pompa. Meskipun sudah dilengkapi dengan saringan, sampah-sampah berukuran kecil terkadang masih bisa lolos dan menumpuk di dalam pompa, yang berpotensi menyebabkan kerusakan.
Untuk mengatasi masalah ini, pemeriksaan dan perawatan pompa dilakukan secara berkala sebagai langkah antisipasi. Frans A. Siahaan menegaskan bahwa langkah-langkah ini penting agar sistem pengendalian banjir di Jakarta Utara tetap berjalan optimal. Tujuannya adalah untuk melindungi keselamatan dan kenyamanan masyarakat dari ancaman banjir yang bisa datang kapan saja.
Sumber: AntaraNews