Forkopimko Tinjau Lokasi Terdampak Banjir Jakarta Utara, Warga Diimbau Waspada
Hujan deras menyebabkan banjir Jakarta Utara di sejumlah titik. Forkopimko Jakut langsung meninjau lokasi, sementara BPBD mencatat puluhan RT dan ruas jalan terendam, membuat pembaca penasaran akan kondisi terkini.
Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara bergerak cepat meninjau sejumlah wilayah yang terdampak banjir pada Minggu (18/1) pagi. Peninjauan ini dilakukan menyusul hujan deras yang mengguyur Jakarta Utara sejak Sabtu malam dengan intensitas tinggi. Akibatnya, banyak lokasi mengalami genangan air yang cukup signifikan.
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, didampingi Kapolres Metro Jakut dan Dandim 0502 Jakut, memimpin langsung peninjauan tersebut. Mereka memantau kondisi terkini di lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat yang terdampak banjir Jakarta Utara. Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merespons bencana alam.
Hujan deras yang merata di seluruh wilayah Jakarta Utara hingga Minggu pagi menyebabkan beberapa titik masih tergenang. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga tetapi juga menyebabkan kemacetan lalu lintas. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir Jakarta Utara susulan dan mengikuti arahan petugas.
Dampak Banjir Jakarta Utara di Ruas Jalan Utama
Wali Kota Hendra Hidayat menjelaskan bahwa hujan deras telah terjadi sejak Sabtu malam dan merata di seluruh Jakarta Utara. Hingga Minggu pukul 10.45 WIB, masih terdapat beberapa titik banjir Jakarta Utara yang signifikan. Salah satu lokasi dengan kedalaman air cukup tinggi terpantau di Jalan Gunung Sahari Raya, yang merupakan jalur vital.
Selain Jalan Gunung Sahari Raya, Jalan RE Martadinata, tepatnya di depan kawasan Taman Impian Jaya Ancol, juga mengalami genangan. Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai sekitar 50 sentimeter. Kondisi ini secara langsung mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan mobilitas warga di area padat tersebut.
Menanggapi situasi ini, Hendra Hidayat mengimbau warga, khususnya anak-anak, untuk tidak bermain di area banjir demi menjaga keselamatan. "Kami masih melihat ada warga, termasuk anak-anak, yang bermain air. Kami minta segera meninggalkan lokasi banjir demi keamanan bersama," kata dia. Imbauan ini sangat penting untuk mencegah risiko kecelakaan atau terseret arus.
Data BPBD Terkait Titik Banjir Jakarta Utara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga merilis data terkini mengenai dampak banjir Jakarta Utara. Hingga Minggu siang pukul 11.00 WIB, tercatat empat RT dan 18 ruas jalan di Jakarta Utara terendam air. Ketinggian air bervariasi di setiap lokasi terdampak.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan, memberikan rincian lebih lanjut. Satu RT di Kelurahan Ancol terendam banjir dengan ketinggian 25 cm. Sementara itu, dua RT di Kelurahan Pademangan Barat terendam air setinggi 30 cm.
Selanjutnya, satu RT di Kelurahan Kapuk Muara turut terdampak banjir Jakarta Utara dengan ketinggian 30 cm. Mohamad Yohan menegaskan bahwa pemicu utama banjir ini adalah curah hujan yang tinggi. Pihak BPBD terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi dengan instansi terkait.
Sumber: AntaraNews