Fakta! Pemkot Semarang Kerahkan Seluruh Pompa Air Berkapasitas Belasan Ribu LPS untuk Penanganan Banjir Semarang
Pemkot Semarang mengerahkan seluruh pompa air yang dimiliki, termasuk pompa mobile, untuk mempercepat penanganan banjir Semarang. Langkah darurat diambil saat pompa utama diperbaiki.
Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bergerak cepat mengerahkan seluruh pompa air yang dimiliki untuk mengatasi genangan banjir. Langkah ini diambil setelah hujan deras mengguyur beberapa wilayah ibu kota Jawa Tengah selama berjam-jam pada Selasa pagi.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, memastikan seluruh infrastruktur penanganan banjir diaktifkan dan beroperasi optimal. Pengerahan ini termasuk dukungan darurat untuk Rumah Pompa Pasar Waru yang saat ini masih dalam proses perbaikan.
Meskipun satu pompa utama sedang diperbaiki, Pemkot Semarang tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan. Tujuannya adalah memastikan penanganan genangan air tetap berjalan efektif dan tidak terhambat oleh kondisi tersebut.
Strategi Darurat dan Pengerahan Pompa Mobile
Dalam menghadapi situasi darurat, DPU Kota Semarang mengambil langkah proaktif untuk mem-backup area terdampak. Terutama di sekitar Pasar Waru, yang rumah pompanya dikelola oleh BBWS dan sedang dalam perbaikan.
Suwarto menjelaskan, "Kami telah mengerahkan tiga unit pompa mobile DPU dengan kapasitas total 2x250 liter per detik (lps) untuk membantu mem-back up area Pasar Waru dan sekitarnya." Pengerahan pompa mobile ini menunjukkan komitmen Pemkot Semarang dalam penanganan banjir Semarang.
Langkah cepat ini bertujuan untuk memastikan penanganan genangan tetap berjalan tanpa hambatan selama proses perbaikan pompa utama. Dengan demikian, warga di sekitar Pasar Waru tetap mendapatkan perlindungan dari ancaman banjir.
Optimalisasi Pompa Kunci dan Penyesuaian Operasional
Selain pengerahan pompa mobile, DPU Kota Semarang juga memastikan pompa-pompa kunci di wilayah rawan genangan beroperasi penuh. Hal ini krusial untuk penanganan banjir Semarang secara menyeluruh.
Suwarto melaporkan, "Pompa di Trimulyo, Genuk, terpantau aktif dan siap siaga memompa air hujan keluar dari kawasan yang rawan genangan. Demikian pula, pompa di Jalan Majapahit juga dilaporkan aktif dan beroperasi optimal untuk mengendalikan debit air di area tersebut." Ini menunjukkan kesiapsiagaan infrastruktur vital.
Namun, terdapat penyesuaian operasional di beberapa lokasi, seperti Muktiharjo Kidul. Menanggapi laporan warga, Suwarto menjelaskan bahwa pompa di sana sempat dimatikan karena pertimbangan efektivitas. "Informasi dari operator sementara dimatikan karena level air di Tenggang limpas sampai kolam retensi sehingga air hanya akan berputar di situ-situ saja jika dipompa. Kami harus menunggu elevasi Tenggang turun dahulu agar operasional pompa dapat maksimal," ujarnya.
Kondisi serupa juga berlaku untuk pompa-pompa di Bawah Tol Kaligawe, Kaligawe Raya, Muktiharjo Lor, Kampung Semarang, Kencono Selatan Utara, dan Padi Raya. Penonaktifan sementara ini merupakan strategi untuk memaksimalkan efisiensi pemompaan saat debit air sungai sangat tinggi.
Kapasitas dan Sebaran Pompa DPU Kota Semarang
Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pompa Wilayah Timur DPU Kota Semarang memiliki infrastruktur yang signifikan untuk penanganan banjir. Total terdapat 44 pompa dengan kapasitas sekitar 14.196 liter per detik (lps) yang tersebar di delapan lokasi.
Beberapa lokasi pompa yang beroperasi penuh meliputi Kandang Kebo (Jalan Banjir Kanal) dengan enam unit pompa Submersible. Di Pasar Waru (Jalan Sawah Besar Raya) didukung tiga unit Mobile Pump, dengan dua unit beroperasi pada malam hari.
Selain itu, di Banjardowo (Jalan Genuksari - Karangroto) mengoperasikan dua unit Submersible. Tiga lokasi di Jalan Purwosari IV dan Tambakrejo 1, 2, dan 3 juga dilengkapi pompa Submersible. Di Trimulyo (Jalan Trimulyo) beroperasi empat unit Submersible, serta di Aspol (Jalan Asrama Polisi Kabluk) dengan dua unit pompa Submersible dan Mobile Pump.
Adapun pompa di lokasi lain seperti Manggis, Majapahit, Plamongan Hijau, dan Soekarno Hatta berstatus nonaktif saat hujan reda. Pompa-pompa ini akan dioperasikan kembali saat hujan turun, menunjukkan responsifitas sistem penanganan banjir Semarang.
Sumber: AntaraNews