Forkopimda Banyuwangi Jamin Pengamanan Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H Kondusif
Forkopimda Banyuwangi tingkatkan pengamanan malam takbiran Idul Fitri 1447 H melalui patroli keliling, memastikan perayaan berlangsung aman dan nyaman bagi masyarakat.
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melakukan patroli keliling pada Jumat malam. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pengamanan malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan kondusif di seluruh wilayah. Bupati Ipuk Fiestiandani turut memimpin langsung pengecekan pos pengamanan untuk memastikan kesiapan petugas.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Kapolresta Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Dandim Letkol (Arm) Triyadi Indrawijaya, dan Danlanal Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, berpatroli menggunakan sepeda motor. Mereka menyambangi pos-pos pengamanan Lebaran 2026 yang tersebar di berbagai titik strategis. Sinergi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban.
Patroli gabungan ini merupakan upaya kolektif untuk memaksimalkan layanan keamanan bagi masyarakat Banyuwangi menjelang perayaan Idul Fitri. Tujuannya agar warga dapat merayakan malam takbiran dan Hari Kemenangan dengan aman serta nyaman. Kolaborasi erat antara Pemkab dengan TNI-Polri menjadi kunci utama dalam menjaga situasi tetap kondusif di seluruh penjuru kota.
Sinergi Forkopimda Jamin Keamanan Perayaan Idul Fitri
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa patroli bersama ini adalah bentuk komitmen Forkopimda dalam memastikan layanan keamanan maksimal. Ia menyatakan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten dengan TNI-Polri bertujuan menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Hal ini sangat penting agar warga dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan tanpa kekhawatiran. Kehadiran pimpinan daerah di lapangan juga menjadi simbol dukungan penuh.
Ipuk juga mengajak seluruh elemen masyarakat Banyuwangi untuk berpartisipasi aktif menjaga situasi agar tetap kondusif selama perayaan berlangsung. Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat atau pemerintah daerah semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga. Dengan demikian, perayaan Idul Fitri dapat berjalan damai dan penuh kebahagiaan bagi semua pihak.
Keterlibatan langsung pimpinan daerah dalam pengamanan malam takbiran menunjukkan keseriusan dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Kehadiran mereka di lapangan memberikan motivasi tinggi bagi personel yang bertugas. Ini juga sekaligus mengirimkan pesan kuat kepada publik tentang kesiapan aparat dalam menjaga ketertiban umum.
Strategi Pengamanan dan Imbauan Ketertiban dari Kepolisian
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan menjelaskan bahwa ratusan personel gabungan telah disiagakan di berbagai titik rawan. Sebanyak 330 personel gabungan dari TNI-Polri diturunkan, ditambah sekitar 700 personel dari jajaran polsek di seluruh kecamatan. Fokus pengamanan malam takbiran meliputi jalur lalu lintas, pusat keramaian, dan lokasi salat Idul Fitri yang akan dipadati jemaah.
Kapolresta mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar takbir keliling yang berpotensi menimbulkan kecelakaan atau gesekan antar kelompok. Ia menyarankan agar takbir cukup dilaksanakan di masjid dan mushala demi keamanan bersama dan kekhusyukan ibadah. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak menyalakan petasan atau kembang api karena berisiko membahayakan diri sendiri maupun orang lain di sekitar.
Petugas di lapangan telah diinstruksikan untuk melakukan operasi skala besar dan masif guna mengoptimalkan pengaturan lalu lintas. Langkah ini juga mencakup antisipasi balap liar yang seringkali terjadi saat perayaan hari besar. Semua upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat merasa aman, nyaman, dan terlindungi sepenuhnya selama perayaan Idul Fitri di Banyuwangi.
Sumber: AntaraNews