Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menyiagakan ribuan personel guna mengamankan malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pengamanan ini merupakan bagian integral dari pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang berskala nasional, yang bertujuan memastikan momen sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri berlangsung aman.
Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen Pol. Tjahyono Saputro, menyatakan total 317.666 personel dikerahkan. Mereka bertugas memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di seluruh wilayah Indonesia.
Fokus pengamanan mencakup tempat ibadah, pusat keramaian, dan jalur lalu lintas utama. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta kelancaran arus kendaraan dan aktivitas masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Polri secara masif menyiagakan personel untuk Pengamanan Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H di seluruh pelosok negeri. Seluruh jajaran kewilayahan telah siap melaksanakan pengamanan, khususnya di tempat ibadah yang akan digunakan untuk salat Idul Fitri, termasuk masjid dan lokasi salat Id.
Pola pengamanan yang diterapkan mengedepankan langkah preemtif dan preventif, didukung penegakan hukum secara tegas dan terukur. Pendekatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas dan gangguan ketertiban, serta memastikan keamanan ibadah dan aktivitas berjalan optimal.
Seluruh personel juga disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk kepadatan arus lalu lintas, takbir keliling, serta peningkatan aktivitas masyarakat di berbagai pusat keramaian. Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, melainkan juga menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat sepanjang Ramadan hingga perayaan hari besar keagamaan.
Advertisement
Advertisement
Untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2026, Polri telah menyiapkan sarana pendukung yang memadai. Sarana tersebut berupa 2.746 pos operasi yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu.
Pos-pos ini tersebar di berbagai titik strategis untuk memudahkan koordinasi dan respons cepat. Pengamanan difokuskan pada sejumlah objek vital dan pusat aktivitas masyarakat yang diperkirakan akan ramai, termasuk simpul transportasi dan destinasi wisata.
Objek-objek vital yang menjadi prioritas pengamanan meliputi:
Advertisement
Advertisement
Dalam rangka menjaga ketertiban dan keselamatan selama Pengamanan Malam Takbiran, Polri mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan maupun kembang api. Penggunaan petasan berpotensi membahayakan diri sendiri, orang lain, serta mengganggu ketertiban umum.
Brigjen Pol. Tjahyono Saputro juga mengimbau agar masyarakat melaksanakan takbiran secara tertib. Penting untuk mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku demi kelancaran dan keamanan bersama di jalan.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan yang bukan peruntukannya saat malam takbiran. Hal ini untuk menghindari potensi kecelakaan dan menjaga ketertiban di jalan raya, serta tidak melakukan konvoi berlebihan atau bersikap anarkis.
Advertisement
Sumber: AntaraNews