Dukung Pariwisata RI, GB Dirikan Saung Kamar Mandi di Kampung Baduy
Pada tanggal 14 Mei 2025, GB bersama dengan LSPDII dan Bazar Bangunan, secara resmi meresmikan saung kamar mandi di kampung Baduy Luar.
Germany Brilliant (GB) produsen perlengkapan kamar mandi dan dapur, berkolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Desain Interior Indonesia (LSPDII) dan Bazar Bangunan membuat saung kamar mandi untuk wisatawan yang berkunjung di kampung Baduy, Lebak Banten.
Hal ini bertujuan agar wisatawan tidak susah saat hendak buang air kecil, besar dan mandi. Pada tanggal 14 Mei 2025, GB bersama dengan LSPDII dan Bazar Bangunan, secara resmi meresmikan saung kamar mandi di kampung Baduy Luar.
Peresmian juga dihadiri HDII, IAI, serta mahasiswa Universitas Pradita, Universitas Interstudy, dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar mengenai budaya, desain bentuk khas rumah Baduy, desain lumbung padi dan lain-lain.
General Manager Germany Brilliant, Yapto Wijaya mengatakan, awalnya GB, LSPDI, dan Bazar Bangunan berwisata ke kampung Baduy dan melihat belum adanya saung kamar mandi umum untuk wisatawan dan masyarakat Baduy itu sendiri. Pembuatan saung kamar mandi dimaksudkan agar wisatawan dan masyarakat suku Baduy lebih nyaman dalam beraktifitas.
"Kami berdiskusi dengan tokoh-tokoh adat Baduy Luar serta melibatkan para arsitek Baduy untuk membantu pembuatanya agar saung kamar mandi sesuai dengan aturan adat budaya Baduy. Bagi kami pembuatan saung kamar mandi sangat diperlukan karena jika kita berbicara aktivitas wisata keseharian di Baduy sudah pasti membutuhkan saung kamar mandi. Hal ini juga sejalan dengan salah satu program CSR (Corporate Social Responsibility) GB," ujar Yapto, Rabu (14/5).
Pengerjaan satu saung kamar mandi dibutuhkan kurang lebih 14 hari dan uniknya airnya dialirkan dari gunung langsung yang disambungkan ke saung kamar mandi. "Saat ini kita buat 5 saung kamar mandi di daerah Baduy luar, yakni di wilayah Kaduketug 1, Kaduketug 2, Kaduketug 3, Legok Jeruk, dan Cicakal muara yang disesuaikan dengan adat setempat," ungkap Yapto.
Direktur LSPDI-Desain Interior, Rohadi menambahkan, pembuatan saung membutuhkan proses panjang karena pembuatannya harus menyesuaikan dengan adat baik konsep desain maupun bahan material pendukung lainnya.
"Lebih tiga kali saya bawa desain kamar mandi ke sini tetapi jika mereka bilang tidak pas ya tidak, masyarakat Baduy saya menjunjung tinggi aturan adat sampai hal terkecil sekalipun," jelas Rohadi.
Sementara ketua adat kampung Baduy Luar, Jaro Oom mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih dengan adanya pembuatan saung kamar mandi ini. "Alhamdulillah khusus nya kepada GB, LSPDI, Bazar Bangunan dan tim lainya. Pembuatan saung kamar mandi ini sangat berguna bukan hanya untuk masyarakat tetapi juga untuk wisatawan agar lebih nyaman saat ke saung cai Kami berharap wisawatan juga akan semakin banyak datang kesini," tutupnya.
Pembuatan saung kamar mandi merupakan salah satu upaya GB dalam mendukung program Kementerian Pariwisata dalam meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara di Indonesia. Kementerian Pariwisata menargetkan angka kunjungan wisatawan mancanegara selama 2025 bisa mencapai 14,6 juta sampai 16 juta kunjungan, lebih tinggi dibandingkan target kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2024 yang ditetapkan sebanyak 14,3 juta. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia selama Januari-Februari 2025 meningkat 13 persen dibandingkan pada kurun yang sama tahun 2024.