Dugaan Awal Penyebab KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Ada Kebocoran di Ruang Mesin
Saat ini, Capt. Purgana melaporkan bahwa pencarian masih terus dilakukan di bawah komando Basarnas.
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali diduga mengalami kebocoran pada ruang mesinnya. Capt. Purgana selaku Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tanjung Wangi menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai kejadian tersebut pada pukul 23.15 WIB, di mana KMP Tunu Pratama Jaya sedang berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk.
"Sempat ada komunikasi yang dilakukan, info cukup singkat antara kapal mereka sendiri dengan waktu 20 menit," ungkapnya pada Kamis (3/7).
Dari informasi yang diterima, jika KMP Tunu Pratama Jaya benar-benar tenggelam, penyebab pasti dari tenggelamnya kapal tersebut masih belum bisa dipastikan.
"Semoga saja tidak tenggelam, tapi secara syar'iat sampai detik ini kurang lebih sudah tiga jam lebih belum ada informasi dan tanda-tanda orang yang ditemukan. Namun 99 persen tenggelam," jelasnya.
Saat ini, Capt. Purgana melaporkan bahwa pencarian masih terus dilakukan di bawah komando Basarnas. "Total ada sembilan kapal yang melakukan pencarian," terangnya.
Sembilan kapal tersebut melakukan pencarian ke arah selatan mengingat arus laut yang mengarah ke sana. "Titik pencarian sudah sampai ke selatan dan balik lagi ke utara karena arus laut sudah berubah, semoga ada salah satu orang yang piket menggunakan pelampung sehingga ada kepastian," tandasnya.
Seperti yang diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya beroperasi di jalur penyeberangan antara Ketapang dan Gilimanuk. Kapal ini dilaporkan tenggelam di Selat Bali pada Rabu malam (2/7). KMP Tunu berangkat dari pelabuhan penyeberangan Ketapang Banyuwangi pada pukul 22.56 WIB, dengan mengangkut 53 orang penumpang dan 22 kendaraan.