Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali Ditemukan, Begini Penampakannya
Kapal itu ditemukan dalam kondisi terbalik di dasar laut sedalam 47 hingga 50 meter pada Sabtu (12/7) siang.
TNI AL bersama Tim SAR gabungan menemukan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali. Kapal itu ditemukan dalam kondisi terbalik di dasar laut sedalam 47 hingga 50 meter pada Sabtu (12/7) siang.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama (Laksma) Tunggul menjelaskan, penemuan KMP Tunu Pratama Jaya berawal pada Rabu 9 Juli malam ketika KRI Spica-934 menangkap sinyal benda mencurigakan menggunakan Multi Beam Echo Sounder (MBES). Dengan objek dimensi panjang 69,7 meter, lebar 11,6 meter dan tinggi 12 meter di kedalaman 47 hingga 50 meter.
"Objek ini kemudian diberi label Ref. Nomor 8," kata Tunggul dalam keterangan tertulis, Minggu (13/7).
Proses Pencarian
Objek itu kemudian dikatakan Tunggul diselidiki lebih lanjut keesokan harinya menggunakan perangkat Side Scan Sonar (S3). Hasilnya, objek tersebut dipastikan berada dalam posisi terbalik di dasar laut dan memiliki dimensi yang sesuai dengan KMP Tunu Pratama Jaya.
Tim penyelam dari Dislambair dan Kopaska sempat mencoba mengirim ROV pada Jumat 11 Juli, namun usaha tersebut gagal akibat arus laut yang sangat kuat. Setelah evaluasi, tim SAR memutuskan mengganti strategi dengan memodifikasi kamera bawah air agar mampu beroperasi dalam kondisi ekstrem seperti di Selat Bali.
"Berdasarkan data BMKG dan pengukuran arus di lokasi disimpulkan bahwa waktu ideal pengambilan gambar adalah antara pukul 10.00 hingga 12.00 WIB keesokan harinya," ucap Tunggul.
Tim SAR kembali menyelam 12 Juli 2025. Pada percobaan ketiga, pukul 11.41 WIB, kamera akhirnya berhasil merekam video dan foto bangkai kapal yang teridentifikasi sebagai KMP Tunu Pratama Jaya dalam posisi terbalik. Ciri khas lambung, rampa, dan nama kapal tampak jelas dalam rekaman.
"Upaya visualisasi dihentikan pada pukul 12.10 WIB setelah arus laut makin kuat, menyulitkan pengambilan gambar lanjutan," kata Tunggul.
Tunggul menerangkan berdasar analisis video yang diperoleh dan pencocokan dengan dokumentasi saat kapal docking, tim SAR menyimpulkan objek Ref Nomor 8 adalah KMP Tunu Pratama Jaya.
Kepastian objek Ref. Nomor 8 adalah bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya diumumkan Deputi Operasi Basarnas pada Sabtu (12/7) sore.
"Ia menyatakan bahwa objek Ref Nomor 8 merupakan fix datum dari bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya," tandas Tunggul.