DPU Kota Semarang Gencarkan Bersih Sungai Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Akhir Tahun
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang intensifkan kegiatan bersih sungai di berbagai titik. Langkah ini untuk antisipasi cuaca ekstrem dan mencegah banjir di Semarang.
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang kini tengah gencar melakukan aksi bersih-bersih sungai di berbagai penjuru kota. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir tahun mendatang, termasuk risiko banjir dan genangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Semarang dalam menjaga lingkungan dan keselamatan warga dari ancaman bencana hidrometeorologi.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa serangkaian langkah antisipasi telah digulirkan secara intensif. Fokus utama dari kegiatan ini adalah pembersihan sedimen serta material lain seperti sampah dan ranting yang dapat menghambat aliran sungai. Hal ini krusial untuk memastikan sistem drainase kota berfungsi optimal dan mampu menampung volume air saat curah hujan tinggi.
Pembersihan tidak hanya menyasar sampah dan ranting-ranting pohon yang mengganggu, tetapi juga melibatkan penertiban area sekitar sungai. Selain itu, rumah-rumah yang berdiri di tepi sungai juga telah diberikan peringatan serius oleh pihak berwenang. Keberadaan bangunan tersebut dinilai menghambat penanganan situasi darurat, termasuk akses petugas saat terjadi bencana seperti kebakaran atau banjir.
Operasi Pembersihan Skala Besar di Sungai Semarang
Operasi pembersihan sungai ini melibatkan sekitar 200 personel gabungan dari berbagai unsur dan instansi terkait. Mereka berasal dari Koramil, perwakilan kelurahan, pihak kecamatan, Dinas PU sendiri, hingga Lembaga Kerjasama dan Praktik Magang (LKPM). Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai.
Kegiatan masif ini dipusatkan di sepanjang Sungai Semarang, membentang dari kawasan strategis Jalan Gajah Mada hingga area Petudungan. Petugas bekerja keras membersihkan berbagai material yang menyumbat aliran air, termasuk sampah plastik, lumpur, dan dedaunan. "Kami membersihkan kali dan ranting yang mengganggu," ujar Suwarto, menegaskan fokus utama pekerjaan yang sedang berlangsung.
Untuk pembersihan ranting-ranting tinggi yang sulit dijangkau secara manual, petugas memanfaatkan bantuan alat sky lift yang modern. Namun, untuk pengerjaan di dasar sungai yang penuh sedimen, petugas harus melakukannya secara manual dengan peralatan sederhana. Hal ini disebabkan keterbatasan akses bagi alat berat di lokasi tersebut, menuntut kerja keras dan ketelitian dari para pekerja di lapangan.
DPU Kota Semarang juga telah berkoordinasi erat dengan pihak kelurahan dan kecamatan setempat. Tujuannya adalah memberikan arahan serta sosialisasi kepada warga yang masih menempati bantaran sungai agar tidak menghalangi jalur evakuasi dan akses petugas. "Ini juga persiapan jika terjadi hujan, agar aliran sungai tetap lancar dan tidak menimbulkan genangan," tambah Suwarto, menekankan pentingnya kelancaran aliran air.
Pencegahan Genangan dan Harapan Partisipasi Masyarakat
Selain pembersihan Sungai Semarang, DPU berencana melanjutkan kegiatan serupa di Kali Banger dalam waktu dekat. Pemilihan lokasi ini didasari oleh dua alasan utama: area tersebut akan menjadi lokasi Festival Kali Banger pada Minggu mendatang, serta adanya penumpukan enceng gondok yang signifikan. Pembersihan ini penting untuk menjaga keindahan lingkungan sekaligus kelancaran aliran air sungai.
Suwarto juga mengungkapkan bahwa pemerintah kota terus melakukan pengerukan sedimen di sejumlah gorong-gorong dan drainase perkotaan. Penanganan ini difokuskan pada kawasan rawan genangan seperti Simpang Lima dan Jalan Gajah Mada yang seringkali terendam saat hujan deras. Langkah ini merupakan upaya preventif yang sistematis untuk mencegah penyumbatan air dan meminimalisir risiko banjir.
Melalui kegiatan resik-resik sungai yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, DPU Kota Semarang berharap dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif masyarakat terhadap lingkungan. Partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem sungai. "Kami berharap masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga kebersihan lingkungan," pungkas Suwarto, menyerukan kesadaran bersama.
Sumber: AntaraNews