Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengambil langkah serius dalam upaya mitigasi banjir dengan mengerahkan dua unit alat berat. Langkah ini ditujukan untuk membenahi aliran sepanjang Sungai Pekapuran yang berada di wilayah Banjarmasin Barat.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, pada Jumat (13/2), menegaskan bahwa Sungai Pekapuran menjadi prioritas utama yang harus segera dibenahi. Pembenahan ini mencakup pengerukan dan pembersihan menyeluruh guna mengatasi seringnya genangan air di kawasan padat penduduk sekitar sungai tersebut.
Pengerahan alat berat ini diharapkan dapat mempercepat dan memaksimalkan proses pembenahan sungai. Tujuannya adalah untuk memastikan dampak positifnya langsung dirasakan oleh warga, terutama dalam menghadapi musim hujan dengan intensitas tinggi.
Advertisement
Advertisement
Prioritas Penanganan Banjir di Banjarmasin
Pemerintah Kota Banjarmasin secara tegas menjadikan Sungai Pekapuran sebagai fokus utama dalam program penanganan banjir. Keputusan ini diambil mengingat kondisi sungai yang krusial dan dampaknya langsung terasa oleh masyarakat.
Menurut Wali Kota Muhammad Yamin, Sungai Pekapuran yang terhubung langsung dengan Sungai Guring, mengalami pendangkalan parah akibat akumulasi sedimen dan tumpukan sampah. Kondisi ini secara signifikan menghambat aliran air, terutama saat curah hujan tinggi.
Pendangkalan dan penyempitan kapasitas sungai menyebabkan air hujan tidak memiliki ruang yang cukup untuk mengalir. Akibatnya, banjir datang lebih cepat dan proses surutnya memakan waktu lebih lama, menimbulkan kerugian besar bagi warga.
Advertisement
Advertisement
Pengerahan Alat Berat dan Peran Masyarakat
Untuk mengatasi masalah tersebut, dua unit alat berat telah dikerahkan untuk mengangkat sedimen yang menghambat aliran air di Sungai Pekapuran. Material hasil pengerukan kemudian diangkut menggunakan kendaraan operasional menuju lokasi pembuangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah kota.
Wali Kota Yamin menekankan bahwa pengendalian banjir tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur baru. Ia menegaskan pentingnya pemeliharaan sungai secara rutin dan terukur sebagai bagian integral dari strategi mitigasi banjir.
Selain itu, Yamin juga meminta masyarakat untuk mengubah kebiasaan membuang sampah ke sungai. Kebiasaan buruk ini berpotensi memicu kembali pendangkalan dan memperparah kondisi sungai.
Advertisement
Kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi juga menjadi faktor pemicu sedimentasi yang cepat. Oleh karena itu, kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan aliran sungai menjadi sangat penting untuk menyeimbangkan kondisi alam.
Advertisement
Strategi Jangka Menengah dan Edukasi Lingkungan
Sebagai solusi jangka menengah, Pemerintah Kota Banjarmasin merencanakan beberapa langkah strategis. Ini termasuk penguatan pengawasan berbasis kelurahan, optimalisasi jadwal pemeliharaan sungai, serta edukasi lingkungan yang berkelanjutan kepada warga di sepanjang bantaran sungai.
Upaya komprehensif ini diharapkan mampu menjaga kapasitas tampung air sungai tetap stabil. Dengan demikian, genangan air dapat diminimalisir secara signifikan saat hujan dengan intensitas tinggi melanda kota Banjarmasin.
Langkah pengerukan yang mencakup Sungai Guring hingga Sungai Pekapuran ini merupakan bagian dari strategi mitigasi banjir jangka menengah. Program ini tengah diintensifkan sepanjang tahun 2026, menunjukkan komitmen Pemkot dalam mengatasi masalah banjir secara berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews