Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang, Provinsi Banten, mengambil langkah proaktif dengan menyiagakan petugas di berbagai titik strategis. Penyiagaan ini bertujuan untuk memantau ketinggian air di sejumlah sungai, kali, dan saluran pembuangan sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan banjir Tangerang. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi bencana banjir di tengah masa tanggap darurat cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Kepala DPUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar titik banjir telah surut dan ketinggian air di banyak lokasi sudah kembali normal, pemantauan berkala tetap menjadi prioritas utama. Menurut Taufik, kondisi cuaca ekstrem saat ini menuntut kewaspadaan tinggi dan kesiapan respons cepat dari seluruh jajaran.
Pengawasan peningkatan debit air tidak hanya difokuskan pada wilayah Kota Tangerang saja, tetapi juga mencakup aliran air dari wilayah Bogor yang berpotensi memengaruhi kondisi di hilir. Untuk itu, DPUPR telah menyiapkan petugas khusus yang bertugas melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait di wilayah hulu. Koordinasi ini krusial agar petugas di hilir dapat segera melakukan antisipasi, seperti menyiapkan pompa penyedot air dan langkah-langkah darurat lainnya, demi menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Dalam rangka menjaga kesiapsiagaan banjir Tangerang, DPUPR Kota Tangerang menerapkan strategi pemantauan yang komprehensif. Petugas disiagakan secara berkala untuk memonitor debit air di seluruh jaringan sungai, kali, dan saluran pembuangan. Pemantauan ini dilakukan secara real-time untuk mendeteksi potensi kenaikan muka air yang dapat memicu banjir.
Pentingnya koordinasi lintas wilayah menjadi salah satu kunci utama dalam mitigasi banjir. Pengawasan tidak hanya terbatas pada area Kota Tangerang, melainkan juga mencakup aliran air dari hulu, khususnya wilayah Bogor. Petugas khusus ditugaskan untuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak di Bogor guna mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi debit air.
Informasi dari hulu memungkinkan petugas di hilir untuk mempersiapkan respons yang cepat dan tepat. Kesiapan operasional seperti penyediaan pompa air dan peralatan darurat lainnya dapat dilakukan lebih awal, sehingga dampak banjir dapat diminimalisir. Fokus utama dari seluruh upaya ini adalah memastikan keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas tertinggi.
Advertisement
Advertisement
Selain upaya dari pemerintah daerah, partisipasi aktif masyarakat juga sangat diharapkan dalam mendukung kesiapsiagaan banjir Tangerang. DPUPR Kota Tangerang senantiasa memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama yang bermukim di dekat aliran sungai, untuk selalu waspada terhadap peningkatan debit air.
Untuk memudahkan masyarakat dalam memantau kondisi ketinggian air, Pemerintah Kota Tangerang menyediakan portal dan aplikasi “Si Pantau” yang dapat diakses secara gratis. Aplikasi ini menjadi alat penting bagi warga untuk mendapatkan informasi terkini dan peringatan dini terkait potensi banjir.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai atau saluran air, karena hal tersebut dapat menyumbat aliran dan memperparah kondisi banjir. Selain itu, warga diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi yang disampaikan oleh RT/RW setempat sebagai sumber informasi yang terpercaya.
Advertisement
Advertisement
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyatakan bahwa upaya pembersihan sisa banjir terus dilakukan dengan melibatkan kerja sama lintas sektor. Targetnya, seluruh proses pembersihan dapat tuntas pada akhir pekan ini, sehingga kondisi wilayah segera kembali normal.
Kegiatan pembersihan pascabanjir difokuskan pada pengangkutan sampah dan lumpur yang mengendap, pembersihan saluran air, jalan lingkungan, serta fasilitas umum yang terdampak. Langkah-langkah ini penting untuk mengembalikan fungsi infrastruktur dan memastikan lingkungan kembali bersih dan sehat bagi warga.
Pemerintah Kota Tangerang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan kerja sama dan sinergi dari semua pihak, diharapkan proses pemulihan pascabanjir di wilayah seperti Periuk dapat berjalan cepat, dan kejadian banjir dapat dicegah di masa mendatang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews