DPRD DKI Dorong Penambahan PPKD Jakarta Guna Tekan Angka Pengangguran
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mendesak penambahan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD Jakarta) guna mengatasi tingginya angka pengangguran di Ibu Kota, mengingat kapasitas pelatihan yang masih terbatas dan memicu masalah sosial.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Khoirudin, menyoroti urgensi penambahan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) di Jakarta. Hal ini disampaikan pada Jumat, 13 Maret 2026, sebagai langkah strategis untuk menurunkan angka pengangguran yang masih menjadi permasalahan serius di Ibu Kota.
Menurut Khoirudin, kapasitas pelatihan yang dimiliki PPKD saat ini masih sangat terbatas, sehingga belum mampu menampung seluruh minat warga yang ingin meningkatkan keterampilan. Keterbatasan ini berimbas pada tingginya jumlah pengangguran, yang pada gilirannya dapat memicu berbagai masalah sosial di masyarakat.
Oleh karena itu, DPRD DKI Jakarta mendesak pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran lebih besar bagi pengembangan PPKD. Peningkatan kapasitas dan fasilitas diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam upaya menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran di Jakarta.
Keterbatasan Kapasitas PPKD dan Dampaknya
Khoirudin mengungkapkan bahwa PPKD di Jakarta saat ini hanya mampu melatih sekitar 700 hingga 1.000 warga dalam setahun. Angka ini sangat jauh dibandingkan dengan jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 5.000 orang, menunjukkan adanya kesenjangan besar antara kapasitas dan kebutuhan pelatihan kerja di Jakarta.
Kondisi pengangguran yang tinggi di Jakarta dinilai Khoirudin sebagai masalah yang belum teratasi secara maksimal dan berpotensi memicu masalah sosial seperti tawuran. Ia menegaskan bahwa penurunan angka pengangguran secara signifikan akan berkorelasi positif dengan peningkatan ekonomi daerah.
Pihak DPRD DKI Jakarta telah melakukan monitoring langsung ke PPKD untuk memahami perkembangan dan kebutuhan pusat pelatihan kerja tersebut. Observasi ini menjadi dasar bagi rekomendasi penambahan kapasitas dan anggaran agar PPKD dapat berfungsi lebih optimal dalam melayani masyarakat.
Peran PPKD dalam Peningkatan Kualitas SDM
PPKD menawarkan beragam jenis pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan pasar, seperti pelatihan las, otomotif, bahasa, dan lainnya. Saat ini, PPKD telah memiliki 10 jurusan dengan total 24 program pelatihan, menunjukkan komitmen dalam menyediakan keterampilan yang bervariasi bagi warga Jakarta.
Keberadaan PPKD tidak hanya membantu individu dalam mencari pekerjaan, tetapi juga mendukung perusahaan dalam mendapatkan calon pekerja yang berkualitas. Lulusan PPKD dipastikan memiliki kemampuan yang relevan di bidangnya masing-masing, sehingga siap untuk langsung berkontribusi di dunia kerja.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan di PPKD diharapkan dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada sektor informal dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil. Investasi pada pelatihan kerja merupakan investasi pada masa depan kota.
Desakan Anggaran untuk Pengembangan PPKD
Dalam rapat Pra-Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Pra-RKPD), Khoirudin secara tegas meminta agar anggaran untuk PPKD ditambah. Penambahan anggaran ini krusial untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas program pelatihan yang ditawarkan.
Dengan anggaran yang memadai, PPKD dapat menambah fasilitas, instruktur, dan program pelatihan baru yang lebih inovatif. Hal ini sejalan dengan tujuan agar masyarakat dapat merasakan langsung dampak positif dari alokasi anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah daerah.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan dapat merespons desakan ini dengan serius, mengingat pentingnya peran PPKD dalam menciptakan tenaga kerja terampil dan mengurangi beban sosial akibat pengangguran. Kolaborasi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci keberhasilan program ini.
Sumber: AntaraNews