Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat adanya Penurunan Angka Pengangguran Sumbawa Barat yang signifikan hingga akhir tahun 2025. Data ini menunjukkan keberhasilan strategi daerah dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penurunan ini menjadi indikator positif dari berbagai program pembangunan yang telah dijalankan.
Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah, pada Sabtu (31/1), mengungkapkan bahwa angka pengangguran berhasil ditekan dari 4,7 persen atau sekitar 3.200 tenaga kerja menjadi 3,15 persen atau sekitar 2.600 tenaga kerja. Penurunan ini terjadi dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun setelah dimulainya pembangunan smelter di wilayah tersebut. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak.
Meskipun pembangunan smelter telah menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja, Bupati Amar Nurmansyah menyadari adanya tantangan dalam pemenuhan kompetensi untuk beberapa jenis pekerjaan tertentu. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memastikan tenaga kerja lokal memiliki kualifikasi yang sesuai. Upaya ini dilakukan melalui program pelatihan dan peningkatan keterampilan yang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Untuk mengatasi tantangan kompetensi dan mendukung Penurunan Angka Pengangguran Sumbawa Barat, revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Revitalisasi ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai dan siap bersaing di pasar kerja. Program pelatihan di BLK dirancang agar relevan dengan kebutuhan industri.
Bupati Amar Nurmansyah juga mengajak semua pihak untuk mengubah paradigma bahwa peluang kerja di Sumbawa Barat tidak hanya terbatas pada sektor pertambangan. Diversifikasi sektor pekerjaan menjadi kunci dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. Pemerintah aktif mendorong pengembangan sektor lain yang memiliki potensi besar.
Sebagai contoh, keberhasilan pelatihan di sektor perhotelan telah mampu menyerap 100-200 orang lulusan. Para lulusan ini berhasil ditempatkan di berbagai lokasi, mulai dari Lombok, Sumbawa Barat sendiri, hingga Bali. Hal ini membuktikan bahwa potensi tenaga kerja lokal dapat bersaing di industri pariwisata yang lebih luas.
Advertisement
Sebagai tindak lanjut dari program ini, direncanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan beberapa pihak, termasuk United Tractors. United Tractors, anak perusahaan Astra, bergerak dalam pelatihan dan penempatan tenaga kerja. MoU ini akan dilakukan bersamaan dengan peletakan batu pertama digitalisasi BLK, menandai langkah maju dalam peningkatan kualitas tenaga kerja.
Advertisement
Pola pembiayaan pelatihan hingga penempatan tenaga kerja akan diintervensi oleh pemerintah daerah. Langkah ini bertujuan agar biaya pelatihan tidak sepenuhnya menjadi beban bagi para calon pekerja. Intervensi pemerintah diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap program peningkatan keterampilan.
Dengan berbagai program dan strategi yang diterapkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menargetkan Penurunan Angka Pengangguran Sumbawa Barat terbuka menjadi 2,6 persen pada tahun 2027. Target ambisius ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan mengurangi jumlah pengangguran.
Bupati Amar Nurmansyah berharap agar program-program ini dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat signifikan bagi kemajuan Sumbawa Barat di masa mendatang. Pemerintah daerah tetap berkomitmen dalam melaksanakan berbagai program untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Ini merupakan bagian dari visi pembangunan jangka panjang daerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews