DP3AKB Kalsel Gelar Pelatihan Keterampilan, Beri Harapan Baru bagi Anak Putus Sekolah
DP3AKB Kalsel selenggarakan Pelatihan Keterampilan Anak Putus Sekolah, membuka peluang baru bagi remaja yang terhenti pendidikannya. Cari tahu bagaimana program ini memberdayakan mereka!
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) baru-baru ini menggelar inisiatif penting. Mereka menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan bagi Remaja Putus Sekolah di Banjarmasin. Program ini bertujuan utama memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak yang terpaksa menghentikan pendidikan formal mereka.
Kepala DP3AKB Kalsel, Husnul Hatimah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari strategi perlindungan dan pemberdayaan anak di wilayah tersebut. Pendidikan adalah hak dasar setiap anak, namun realitanya masih banyak yang putus sekolah karena berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi kendala ekonomi, jarak, lingkungan, atau kondisi keluarga yang tidak mendukung.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Kalsel berharap dapat menumbuhkan kembali semangat dan kepercayaan diri para remaja. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan mereka tetap produktif dan mampu bersaing di masa depan. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat karakter dan mental mereka dalam menghadapi tantangan hidup.
Membangun Kemandirian dan Potensi Diri
Pelatihan keterampilan yang diselenggarakan DP3AKB Kalsel tidak hanya berfokus pada aspek teknis semata. Husnul Hatimah menjelaskan bahwa program ini juga dirancang untuk menumbuhkan semangat, kepercayaan diri, dan kemandirian pada diri remaja. Tujuannya agar mereka tetap produktif dan memiliki daya saing yang kuat di tengah masyarakat.
Menurut Husnul, putus sekolah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari kesempatan baru. “Putus sekolah bukan akhir dari segalanya. Ini adalah awal dari kesempatan baru untuk bangkit, belajar, dan menemukan potensi diri,” ujarnya. Pernyataan ini memberikan motivasi kuat bagi para peserta untuk melihat masa depan dengan optimisme.
Lebih lanjut, pelatihan ini juga diharapkan mampu memperkuat karakter dan mental puluhan anak putus sekolah. Dengan bekal karakter yang kuat, mereka diharapkan dapat lebih siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan mental dan emosional para remaja.
Fokus pada pengembangan diri ini menjadi krusial dalam mempersiapkan remaja untuk dunia kerja. Keterampilan praktis yang diajarkan akan dipadukan dengan pembentukan mental yang tangguh. Hal ini akan membantu mereka menjadi individu yang lebih utuh dan siap berkontribusi.
Kolaborasi dan Visi Kalsel sebagai Provinsi Layak Anak
Pemerintah Provinsi Kalsel tidak bekerja sendiri dalam menyukseskan program Pelatihan Keterampilan Anak Putus Sekolah ini. Mereka menggandeng berbagai pihak, termasuk Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW), serta dunia usaha dan masyarakat. Kolaborasi ini bertujuan membangun jejaring dukungan yang kuat bagi para peserta.
Husnul Hatimah berharap besar agar para peserta pelatihan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. “Kami berharap para peserta pelatihan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, mengasah keterampilan, dan menjadi individu yang mandiri serta berdaya saing,” tuturnya. Ia juga menekankan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk sukses, asalkan mau berusaha dan tidak menyerah.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari implementasi klaster perlindungan khusus anak dalam kebijakan Provinsi Layak Anak (KLA) Kalimantan Selatan. Melalui inisiatif ini, remaja putus sekolah diharapkan dapat tetap hidup produktif dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Ini sejalan dengan komitmen Pemprov Kalsel terhadap masa depan anak-anak.
Program ini juga menjadi wujud nyata misi Pemprov Kalsel untuk membangun manusia yang unggul, berbudaya, dan berakhlak mulia. Visi ini selaras dengan Kalsel Bekerja, yaitu Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera Menuju Gerbang Logistik Kalimantan. “Provinsi Layak Anak bukan hanya predikat, tetapi juga komitmen bersama untuk menjamin masa depan anak-anak kita,” kata Husnul, menegaskan bahwa setiap anak berhak tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara bermartabat.
Sumber: AntaraNews