Diduga Ditipu Travel, Puluhan Calon Jemaah Umrah Asal Sumsel Terlantar di Jakarta
Ironisnya, para korban semuanya kalangan lanjut usia. Mereka terluntang lantung di ibu kota lebih dari dua pekan setelah tak ada kabar kepastian berangkat.
Warganet dihebohkan dengan video yang mengungkap dugaan penipuan biro perjalanan umrah. Bukannya berangkat, 20 calon jemaah asal Musi Rawas dan Lubuklinggau, Sumatera Selatan, malah terlantar di Jakarta. Kasus ini terungkap dari postingan akun Favebook Endi Semeteh. Video ini mendapat banyak tanggapan hingga ditonton ribuan kali.
Ironisnya, para korban semuanya kalangan lanjut usia. Mereka terluntang lantung di ibu kota lebih dari dua pekan setelah tak ada kabar kepastian berangkat.
Setelah 15 hari tidak kunjung mendapatkan kepastian, sebagian korban akhirnya memutuskan pulang ke kampung halaman. Hingga kini, pihak travel yang disebut Umi Travel di Lubuklinggau belum juga memberikan penjelasan maupun tanggung jawab atas kejadian tersebut.
"Saya sangat sakit hati. Pergi umrah ini karena kebetulan ada uang dari hasil berladang sawit, mencari kayu, dan pekerjaan lainnya, bukan karena saya orang mampu. Jadi, saya sangat sakit hati diperlakukan seperti ini. Saya tidak ridha dunia akhirat," ungkap salah satu korban dalam video di akun Facebook Endi Semeteh seperti dilihat merdeka.com, Senin (23/2).
Korban mengaku mengumpulkan uang hasil keringat untuk sampai ke tanah suci. Hanya saja, hal tersebut justru dipermainkan oleh pihak travel umrah sehingga keberangkatan korban terhenti hanya sampai Jakarta.
"Tadinya mau berangkat nahan nafsu, nahan makan untuk mengumpulkan uang karena ingin ke tanah suci. Apa yang terjadi sampai Jakarta kita disuruh nambah untuk berangkat," jelas dia.
Minta Atensi Pemerintah
Kejadian ini diharap tak terulang kembali dan cepat menjadi atensi pemerintah baik di Lubuklinggau dan Musi Rawas. Endi mengimbau agar warga dapat lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan untuk berangkat umrah.
"Kita mau nambah uang, tapi tidak ada lagi. Setiap orang tidak mudah ke sana (tanah suci)," kata dia.
Endi menambahkan, dugaan penipuan yang menimpa keluarganya tersebut terjadi sekitar dua pekan lalu. Saat sang nenek diberangkatkan ke Jakarta untuk umrah bersama sekitar 20 orang.
Ketika itu, calon jemaah dijanjikan berangkat dari dari Palembang tujuan Jeddah, Arab Saudi, dengan tujuan transit Jakarta. Sesampainya di Jakarta pihak travel menghilang tak dapat dihubungi. Para korban akhirnya terluntang-lantung menunggu kejelasan keberangkatan.
"Perjanjian berangkat ke Jeddah tapi dia cuma sampai Jakarta, sampai di sana terlantar 15 hari di Jakarta," kata dia.
12 Orang Berangkat ke Tanah Suci dengan Travel Lain
Dari 20-an korban yang berangkat ke Jakarta, sekitar 12 orang tetap berangkat ke tanah suci. Sementara yang lainnya tak mendapat kejelasan untuk berangkat.
"Ke-12 jemaah akhirnya tetap pergi umrah dengan travel lain, yang gak ada uang untuk bayar travel umrah terlantar. Sampai hari ini belum ada titik terang," jelas dia.
Atas dugaan penipuan tersebut, pihak keluarga telah mengecek keberadaan kantor travel di Lubuklinggau. Namun, kantor tersebut diketahui sudah lama tutup. Hingga kini, keluarga korban belum menempuh jalur hukum karena masih menunggu itikad baik dari pihak biro perjalanan tersebut.
"Nenek kami baru sampai, masih istirahat dan trauma," pungkasnya.