Sebanyak 20 calon jemaah umrah asal Musi Rawas dan Lubuklinggau, Sumatra Selatan, terlantar di Jakarta usai gagal berangkat ke Tanah Suci. Travel umrah tempat mendaftar malah hilang entah ke mana.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Sumsel Arkan Nurwahidin mengaku telah memerintahkan jajaran untuk menelusuri kabar penipuan biro perjalanan umrah itu. Pihaknya harus inisiatif sendiri karena belum ada laporan resmi dari para korban.
"Kami sedang cari informasi utuhnya seperti apa, kita koordinasikan dengan kabupaten dan kota," ungkap Plt Kakanwil Haji dan Umrah Sumsel Arkan Nurwahidin, Senin (23/2).
Arkan bahkan menyebut polisi belum menerima pengaduan dari para korban. Padahal calon jemaah yang batal umrah akibat diduga korban penipuan bisa melanjutkan ke proses hukum.
"Sudah kita cek belum ada laporan yang masuk ke polisi," kata Arkan.
Advertisement
Terlepas itu, Arkan meminta masyarakat berhati-hati dalam memilih travel umrah. Ada baiknya datang langsung ke kantornya dan menghindari transaksi secara online agar tidak menjadi korban penipuan.
"Kalau mai daftar umrah, datang langsung, tanya resmi atau tidak, cek perizinannya bisa dilihat website resmi Satu Haji, bisa ketahuan di sana," kata Arkan.
Selain itu, calon jemaah juga harus mencermati kontrak antara jemaah dan travel, termasuk di dalamnya hak dan kewajiban. Jemaah jangan tergiur tarif umrah murah yang justru biasa menjadi modus para pelaku.
"Tarif umrah terendah sekarang Rp23 juta, ada yang menawarkan lebih murah patut dipertanyakan. Sistem pembayaran talangan sebisa mungkin dihindari," kata Arkan.
Diberitakan sebelumnya, warganet dihebohkan dengan video yang mengungkap dugaan penipuan biro perjalanan umrah. Bukannya berangkat, 20 calon jemaah asal Musi Rawas dan Lubuklinggau, Sumatera Selatan, malah terlantar di Jakarta.
Kasus ini terungkap dari postingan akun Favebook Endi Semeteh. Video ini mendapat banyak tanggapan hingga ditonton ribuan kali. Ironisnya, para korban semuanya kalangan lanjut usia. Mereka terluntang lantung di ibukota lebih dari dua pekan setelah tak ada kabar kepastian berangkat.