Dedi Mulyadi Berencana Hapus PR untuk Siswa di Jabar, Sekolah Masuk Jam 06.30
Pemerintah provinsi Jawa Barat berencana meniadakan pekerjaan rumah (PR) bagi siswa sekolah di wilayahnya.
Pemerintah provinsi Jawa Barat berencana meniadakan pekerjaan rumah (PR) bagi siswa sekolah di wilayahnya. Gubernur Dedi Mulyadi mengatakan rencana tersebut menyusul adanya pembatasan jam malam.
Dengan aturan itu, pelajar tidak boleh beraktivitas di luar rumah di atas jam 21.00 WIB. Juga rencana penerapan jadwal sekolah yang bakal dimulai lebih pagi, yakni 06.30 WIB, pada tahun ajaran baru 2025-2026 di bulan Juli mendatang, untuk siswa PAUD hingga SMA sederajat se-Jawa Barat.
"Karena anak-anak tidak boleh keluar rumah lebih dari jam 9 tanpa pendampingan tanpa keperluan yang mendesak, yang didasarkan pada izin orang tuanya, maka, pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana untuk menghapus pekerjaan rumah bagi anak-anak sekolah,” tutur Dedi, dikutip dari Instagramnya, Rabu (4/6).
Dia menilai seluruh tugas sekolah idealnya dikerjakan di sekolah. Tidak menjadi beban tambahan siswa di rumah. Sehingga, mereka dapat mempergunakan waktu di luar sekolah untuk kegiatan-kegiatan lain yang juga bermanfaat untuk pengembangan diri mereka.
“Di rumah anak-anak itu relax, baca buku, berolahraga, fokus membantu kedua orang tuanya meringankan beban-beban pekerjaannya. Kemudian, belajar membereskan rumah, cuci piring, perempuan belajar masak, ngepel dan berbagai kegiatan lainnya yang bermanfaat,” ucap politikus Gerindra itu.
Sadar Pro Kontra
Ia sadar betul kalau kebijakan yang diinisiasinya ini bisa menimbulkan pro dan kontra. Kendati begitu, hal tersebut lumrah belaka menurut Dedi dalam konteks berdemokrasi.
"Yang terpenting adalah tujuan utama kita adalah untuk mewujudkan anak-anak Jawa Barat yang cageur, bageur, bener, pinter, jeung singer," tutupnya.