Bupati Sleman Soroti Peran Strategis Pesantren dalam Edukasi PHBS untuk Masyarakat
Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan peran krusial pesantren sebagai agen perubahan dalam menyebarkan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat luas.
Bupati Sleman Harda Kiswaya baru-baru ini menyoroti peran vital pesantren dalam memperkuat edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat. Pernyataan ini disampaikan saat pembukaan Festival WASH (Water, Sanitation and Hygiene) yang berlangsung di Pesantren Ahmad Syafi’i Academy Pondok Pesantren Wahid Hasyim. Acara ini menjadi momentum penting untuk mendorong kesadaran akan kebersihan dan sanitasi.
Festival WASH tersebut merupakan inisiatif kolaboratif antara Danone Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Kabupaten Sleman, Water.org, serta Pondok Pesantren Wahid Hasyim. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup, khususnya bagi generasi muda di lingkungan pesantren, melalui penyediaan akses air bersih dan sanitasi yang memadai.
Harda Kiswaya menegaskan bahwa santri tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga agen perubahan yang efektif dalam menyebarkan pengetahuan serta praktik WASH ke komunitas sekitar. Dukungan penuh dari pemerintah daerah Sleman diberikan untuk implementasi program ini, dimulai dari Pondok Pesantren Wahid Hasyim dan diharapkan dapat meluas ke seluruh DIY.
Pesantren sebagai Pusat Penggerak PHBS dan Dukungan Pemerintah
Bupati Sleman Harda Kiswaya menggarisbawahi bahwa akses terhadap air minum yang aman dan sanitasi yang layak merupakan prioritas utama pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah. Oleh karena itu, program edukasi PHBS di pesantren sangat sejalan dengan visi pembangunan kesehatan pemerintah. Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif.
“Program ini sejalan dengan upaya kami di Sleman yakni terus mendorong berbagai program untuk memperluas cakupan layanan air bersih, meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta memastikan fasilitas sanitasi yang memadai untuk seluruh lapisan masyarakat,” ujar Harda. Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemkab Sleman dalam menjaga kesehatan warganya.
Harda Kiswaya juga menyatakan harapannya agar PHBS yang diajarkan di lingkungan pesantren dapat menunjang proses pembelajaran para santri. Lebih dari itu, praktik kebersihan ini diharapkan menjadi investasi kesehatan jangka panjang yang bermanfaat bagi seluruh komunitas pesantren dan masyarakat sekitarnya.
Inisiatif Danone Indonesia untuk Sanitasi dan Air Bersih di Pesantren
Senior Director Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, menjelaskan bahwa Danone berkomitmen untuk berkontribusi pada peningkatan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam aspek sanitasi, air minum, dan air bersih. Fokus utama saat ini diarahkan kepada pesantren yang dianggap sebagai soko guru pendidikan di Indonesia.
“Saat ini kami berfokus kepada pesantren yang merupakan soko guru pendidikan karena beberapa pesantren masih belum memiliki akses air minum dan air bersih serta sanitasi yang baik,” kata Karyanto. Pernyataan ini menyoroti kebutuhan mendesak di banyak pesantren untuk fasilitas dasar tersebut.
Melalui Festival WASH ini, Danone Indonesia secara simbolis menyerahkan bantuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) kepada Pimpinan Pondok Pesantren Wahid Hasyim, Muhammad Nur Wachid. Bantuan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi yang layak.
Karyanto Wibowo berharap kegiatan seperti ini mampu menginspirasi dan membawa manfaat positif ke lebih banyak pesantren di masa mendatang. Dimulai dari DIY, inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model bagi program serupa di seluruh Indonesia, memperluas cakupan PHBS.
Sumber: AntaraNews