Bupati Jember Ajak Pesantren Bersinergi Tekan Angka Kemiskinan dan Stunting
Bupati Jember Muhammad Fawait aktif mengajak tokoh pesantren bersinergi menekan angka kemiskinan, stunting, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi di wilayahnya.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menggelar silaturahim dan sahur bersama dengan perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Jember pada Minggu (15/3). Acara ini berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, mengumpulkan para kiai, gus, dan lora dari berbagai pondok pesantren setempat.
Pertemuan tersebut bertujuan sebagai ajang konsolidasi strategis untuk mengatasi berbagai persoalan mendasar yang dihadapi Jember. Gus Fawait, sapaan akrab bupati, menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan Islam dalam upaya pembangunan daerah.
Melalui inisiatif ini, Pemerintah Kabupaten Jember berupaya memperkuat sinergi dengan dunia pesantren. Kolaborasi ini diharapkan menjadi kunci dalam mencapai target pembangunan, termasuk menekan angka kemiskinan di Jember.
Peran Strategis Pesantren dalam Pengentasan Kemiskinan
Pemerintah Kabupaten Jember memandang pondok pesantren sebagai mitra strategis dalam mengurai persoalan kemiskinan. Gus Fawait menyoroti bahwa kantong kemiskinan terbesar di Jember banyak ditemukan di wilayah pedesaan, tempat pondok pesantren memiliki pengaruh kuat.
Kedekatan emosional pesantren dengan masyarakat desa menjadi modal penting untuk menggerakkan ekonomi lokal. Melalui peran aktif santri dan lembaga pesantren, diharapkan terjadi peningkatan kesejahteraan di pedesaan.
Untuk memperkuat komunikasi, Pemkab Jember berencana membentuk forum komunikasi terstruktur antara pemerintah daerah dan dunia pesantren. Forum ini akan dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) hingga tingkat kecamatan, melibatkan para camat.
Sinergi Pesantren untuk Kesehatan dan Pendidikan
Selain fokus pada kemiskinan, sinergi dengan pesantren juga diarahkan untuk menekan angka stunting di Jember. Pesantren diharapkan dapat memberikan edukasi kesehatan dan gizi kepada masyarakat pedesaan secara efektif.
Upaya ini juga mencakup penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) melalui pendekatan sosial budaya yang relevan. Peran pesantren dalam menyosialisasikan kesiapan rumah tangga bagi santri sebelum lulus juga menjadi perhatian, termasuk pencegahan pernikahan dini.
Lebih lanjut, Pemkab Jember mendorong santri untuk terlibat dalam program Presiden Prabowo Subianto terkait pengembangan SMK Global. Inisiatif ini bertujuan agar lulusan pesantren memiliki daya saing tinggi di dunia kerja, sejalan dengan kebutuhan industri.
Jember sebagai Destinasi Pendidikan Pesantren dan Dampak Ekonomi
Bupati Fawait juga melihat posisi strategis Jember sebagai destinasi pendidikan pesantren bagi masyarakat luar daerah. Semakin banyak santri yang menuntut ilmu di Jember, semakin besar pula perputaran ekonomi lokal.
Peningkatan jumlah santri dari luar daerah juga berpotensi meningkatkan serapan anggaran dari pemerintah pusat (APBN) ke Jember. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, Pemkab Jember berkomitmen untuk menggandeng pondok-pondok pesantren dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan berbagai masalah turunannya. Kolaborasi ini diharapkan menciptakan Jember yang lebih maju dan sejahtera.
Sumber: AntaraNews