BPBD Imbau Warga Pesisir Sungai Komering Waspada Banjir dan Longsor di OKU Timur
Meningkatnya intensitas hujan memicu potensi banjir dan tanah longsor di OKU Timur. BPBD mengimbau masyarakat pesisir Sungai Komering waspada demi keselamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, mengeluarkan imbauan kewaspadaan tinggi. Imbauan ini secara khusus ditujukan kepada seluruh masyarakat yang bermukim di sepanjang pesisir Sungai Komering. Mereka diminta untuk waspada menghadapi potensi banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi kapan saja.
Peringatan ini disampaikan menyusul intensitas curah hujan yang terus meningkat dan terjadi di wilayah setempat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca ekstrem ini secara signifikan berpotensi menimbulkan dampak serius berupa banjir dan tanah longsor. Fenomena ini memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD OKU Timur, Budi Widiyanto, menegaskan pentingnya kewaspadaan ini pada Sabtu, 20 Desember. Langkah antisipasi ini diambil untuk mencegah korban jiwa serta kerugian material yang lebih besar. BPBD berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini kepada warga.
Dampak Banjir Terkini di OKU Timur
Budi Widiyanto mencontohkan, wilayah OKU Timur baru saja dilanda banjir yang cukup parah pada Rabu (10/12) malam. Peristiwa ini menerjang setidaknya lima desa yang tersebar di beberapa kecamatan. Desa-desa terdampak meliputi Burnai Mulya, Karang Mulya, Karang Menjangan, Mulya Jaya, serta Desa Nirwana, khususnya di Dusun 4, 5, dan 6.
Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam musibah tersebut, dampaknya cukup signifikan terhadap kehidupan warga. Tercatat sebanyak 23 unit rumah warga di Desa Burnai Mulya dan Karang Mulya terendam air. Kondisi ini memaksa enam kepala keluarga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman dan layak.
Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan putusnya akses jalan kabupaten di Desa Mulya Jaya. Akibatnya, aktivitas masyarakat di wilayah tersebut menjadi lumpuh total dan terhenti. Lebih lanjut, sekitar 80 hektare lahan pertanian sawah padi terancam gagal panen. Hal ini tentu menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi petani setempat.
Strategi Antisipasi dan Peringatan Dini Banjir Sungai Komering
Melihat potensi dan dampak yang telah terjadi, BPBD OKU Timur mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Peningkatan kesiapsiagaan ini sangat penting dalam menghadapi potensi banjir susulan yang bisa datang kapan saja. Tujuannya adalah agar bencana alam tidak menimbulkan korban jiwa atau kerugian yang lebih parah.
Budi Widiyanto dengan tegas menyatakan, "Bencana alam dapat terjadi kapan saja sehingga harus diwaspadai bersama." Pernyataan ini menjadi pengingat kolektif akan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat. BPBD menekankan bahwa kewaspadaan adalah kunci utama mitigasi bencana.
Sebagai upaya antisipasi yang konkret, BPBD saat ini secara aktif meningkatkan pengawasan debit air Sungai Komering. Pemantauan ini dilakukan secara berkala dan intensif. Jika terjadi peningkatan debit air yang signifikan, peringatan dini akan segera diteruskan kepada masyarakat di wilayah setempat.
Warga diimbau untuk segera bertindak jika tanda-tanda peningkatan debit air sungai terlihat. "Jika debit sungai mulai naik warga diminta segera mengevakuasi diri dan barang-barang berharga lainnya ke tempat yang aman," ujarnya. Imbauan ini menjadi panduan krusial bagi warga pesisir Sungai Komering untuk melindungi diri dan harta benda mereka.
Sumber: AntaraNews