Bocah SD di Solo Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Tetangga, Pelaku Ditangkap!
Hasil visum pada anak mengonfirmasi telah terjadi dugaan pelecehan seksual pada anak tersebut.
Dunia maya digegerkan dengan unggahan kasus pelecehan seksual anak dibawah umur yang menimpa siswi salah satu sekolah dasar (SD) di Kecamatan Banjarsari, Solo. Unggahan di akun instagram media sosial @info_solo_utara disertai judul 'Jaga & Awasi Anak Anak ya Lur !' telah menyita perhatian ribuan warganet.
Pada gambar pertama pengelola akun menuliskan sebuah kalimar "Kenapa sih harus adekku ? Kenapa enggak aku aja yang jadi korban terakhirnya ?". Kemudian pada slide 2-9 berisi tangkapan layar cerita terjadinya pelecehan.
Pada unggahan sebelumnya pada hari yang sama, atau 4 hari lalu, juga diunggah permintaan warganet yang mengetahui terjadinya kasus tersebut untuk mengunggah kasus tersebut agar viral dan menjadi perhatian.
"Min aku mau share kasus di daerahku Joglo pelecehan seksual anak apa bisa ? Biar viral min karna benar-benar parah banget. Thanks min."
Para gambar dan video selanjutnya warga dan kepolisian juga berhasil menangkap pelaku. Sempat akan diamuk warga, namun beruntung pelaku berinisial AI berhasil diselamatkan dan dimasukkan ke mobil sedan milik petugas.
Viral di Media Sosial
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku merupakan salah seorang tetangga di kampung yang ada di Kecamatan Banjarsari.
Orang tua korban, R, mengatakan informasi dugaan pelecehan seksual itu awalnya didapat dari adiknya. Ia kemudian berinisiatif mengumpulkan anaknya dan dua temannya untuk dimintai keterangan.
“Saya kumpulkan dan saya dredeg (gemetar) karena hal (dugaan tindakan pelecehan seksual), yang biasanya saya lihat di televisi kok terjadi di anak saya. Setelah saya minta konfirmasi ke anak-anak ternyata benar bahwa si pelaku melakukan pelecehan seksual," kata R.
Mengetahui informasi tersebut, R kemudian melapor ke Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kelurahan, RT, RW, Lurah, dan Babhinkamtibmas. Ia pun mendapatkan pertimbangan agar segera melaporkan kejadian itu ke kepolisian karena sudah masuk ke ranah kriminalitas.
R lalu melapor ke Polresta Solo pada bagian Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Laporan kemudian segera ditindaklanjuti petugas dan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“BAP waktu itu berlangsung mulai pukul 13.00 WIB-18.00 WIB. Kemudian malam harinya selepas Isya dilakukan visum di RSUD dr Moewardi kepada anak-anak,” terang dia.
Hasil visum pada anak R mengonfirmasi telah terjadi dugaan pelecehan seksual pada anak tersebut.
Sementara satu anak lainnya perlu dilakukan visum ulang. R menyebut terduga pelaku sudah ditangkap aparat Polresta Solo pada Kamis (14/08) siang sekira pukul 11.00 WIB
Terpisah Wali Kota Solo Respati Ardi mengaku sudah mengetahui kejadian tersebut. Namun memang sengaja menutupi.
"Kita sebenarnya sudah mendampingi tapi kalau kita sampaikan takut saya kalau masyarakat ikut mencari. Tapi itu saya tutup supaya korbannya enggak jadi viral," kata dia.
Respati kemudian menyerahkan kepada proses hukum yang saat ini tengah berjalan.
"Proses hukum tetap berjalan. Korbannya saya enggak mau mengeksploitasi, tapi kami tetap pendampingan. Itulah kenapa ada Posyandu Plus yang kita hadirkan. Kita anggarkan cukup besar untuk menghadirkan psikolog klinis di setiap kampung. Harapan ke depannya langkah preventif tidak ada lagi kayak begini. Ketika ada perundungan di tingkat awal, langsung bisa lapor atau mengeluh atau bisa sambat, bisa konsultasi langsung di Posyandu," pungkasnya.