BNPB Intensifkan Pemadaman Kebakaran Lahan di Aceh dan Kalimantan Utara
Tim gabungan BNPB terus berupaya memadamkan kebakaran lahan yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Kalimantan Utara, dengan fokus pada pencegahan perluasan api.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa tim gabungan masih berjuang memadamkan kebakaran lahan di beberapa daerah. Upaya ini dilakukan secara intensif di Provinsi Aceh dan Kalimantan Utara sejak awal pekan ini. Petugas berkolaborasi untuk mengendalikan situasi darurat tersebut.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa insiden kebakaran lahan terjadi pada Senin (9/3). Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Aceh Barat, Aceh Besar di Aceh, serta Kabupaten Nunukan di Kalimantan Utara. Penanganan cepat menjadi prioritas utama.
Lahan seluas sekitar dua hektare di Aceh Barat dan lima hektare perkebunan kelapa sawit di Aceh Besar dilaporkan terbakar. Sementara itu, di Nunukan, Kalimantan Utara, kebakaran melanda sekitar 9,5 hektare lahan mineral. Total area terdampak menunjukkan skala kejadian yang signifikan.
Penanganan Kebakaran Lahan di Bumi Serambi Mekkah
Di Provinsi Aceh, kebakaran lahan dilaporkan terjadi di dua kabupaten, yakni Aceh Barat dan Aceh Besar. Di Aceh Barat, lahan seluas sekitar dua hektare terbakar di Gampong Alue Raya dan Suak Pante Breuh. Kejadian ini memerlukan respons cepat dari berbagai pihak terkait.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat bersama tim gabungan telah diterjunkan ke lokasi. Tim ini terdiri dari aparat TNI, Polri, dan juga warga setempat yang turut membantu. Mereka bergotong royong untuk memadamkan api dan mencegah kerugian lebih lanjut.
Abdul Muhari menjelaskan bahwa tim petugas berfokus melakukan penyekatan api di Suak Pante Breuh. Langkah ini krusial untuk mencegah meluasnya kebakaran lahan ke area lain yang lebih luas. Strategi penyekatan diharapkan dapat mengisolasi titik api.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Besar, kebakaran melanda lahan perkebunan kelapa sawit seluas lima hektare di Gampong Glee Taron, Kecamatan Darul Imarah. Satu unit kendaraan pemadam kebakaran dari Pos Peukan Bada Aceh Besar telah dikerahkan untuk operasi pemadaman ini.
Kebakaran Lahan di Kalimantan Utara dan Dugaan Penyebab
Selain Aceh, kebakaran lahan juga menjadi perhatian serius di wilayah Kalimantan Utara, khususnya di Kabupaten Nunukan. Kejadian ini melanda sekitar 9,5 hektare lahan mineral di Desa Binusa. Skala kebakaran ini cukup besar dan membutuhkan penanganan khusus.
Abdul Muhari menduga bahwa kebakaran lahan di Binusa dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan oleh warga. Praktik pembakaran sampah seringkali menjadi penyebab utama kebakaran lahan, terutama saat musim kemarau. Edukasi kepada masyarakat menjadi penting untuk mencegah kejadian serupa.
Tim reaksi cepat dari BPBD Kabupaten Nunukan segera diturunkan ke lokasi untuk menangani kebakaran ini. Mereka berupaya keras memadamkan api agar tidak merambat ke permukiman atau area lain yang lebih luas. Koordinasi antarlembaga sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini.
Penanganan kebakaran lahan di Nunukan menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya pembakaran sampah sembarangan. Upaya pencegahan harus terus digalakkan untuk melindungi lingkungan dan mengurangi risiko bencana. Pemerintah daerah dan masyarakat harus bersinergi dalam menjaga kelestarian alam.
Sumber: AntaraNews