Blak-blakan Mensos di Balik Beasiswa Sekolah Rakyat untuk Bocah Naila yang Curi Perhatian Prabowo
Gus Ipul mengatakan untuk di Sulsel rencana Sekolah Rakyat akan menerima 100 orang siswa.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengunjungi dan mengecek langsung rumah Naila, calon siswa Sekolah Rakyat yang namanya disebut oleh Presiden Prabowo Subianto.
Naila menjadi calon siswa Sekolah Rakyat karena sebelumnya sudah masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Kriteria itu berdasarkan DTSEN atau data tunggal sosial ekonomi nasional. Dari data itu dicek bisa jadi benar, bisa jadi enggak bener," ujarnya kepada wartawan usai meninjau rumah Naila di Jalan Pandang 4, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar, Kamis (8/5).
Mantan Wali Kota Pasuruan ini mengatakan, nama keluarga Naila termasuk dalam skala prioritas. Hal itu setelah dilakukan pengecekan secara detail.
"Naila itu ada di data, selanjutnya dicek di lapangan, konfirmasi ke Wali Kota Makassar. Tadi juga saya sempat ke rumahnya untuk melihat kalau memang benar akan menjadi prioritas," kata Gus Ipul.
100 Murid Pertama Sekolah Rakyat di Sulsel
Gus Ipul mengatakan untuk di Sulsel rencana Sekolah Rakyat akan menerima 100 orang siswa. Apalagi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar memberikan dukungan penuh dengan menyiapkan Gedung BPSDM sebagai lokasi Sekolah Rakyat.
"Sudah siap memang di Makassar di Sentra kita itu, 100 siswa. Kalau ini (Gedung BPSDM) kata beliau tadi, bisa (menampung) sampai 400 siswa. Ini luar biasa sekali dan saya akan laporkan ke Presiden nanti," tuturnya.
Gus Ipul menyebut saat ini sudah ada 53 lokasi Sekolah Rakyat tersebar di Indonesia. Ia yakin jumlah tersebut akan terus bertambah karena dukungan pemerintah daerah.
"Saat ini sudah 53 yang sudah pasti. Tapi ada penambahan, Insya Allah dalam minggu depan akan kita umumkan. Bisa tambah 20 bahkan sampai 30 dan Sulsel menjadi salah satunya," ucapnya.
*Tak Hanya Beasiswa, Kemensos Siapkan Rumah Keluarga Naila.
Sementara Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan kebijakan ini sejalan dengan semangat Pemerintah Kota Makassar membangun kehidupan yang lebih layak bagi seluruh warga, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Kita membangun asa yang sama, bagaimana melihat kondisi masyarakat yang beragam ini, kita bisa mengintervensi untuk memberikan penghidupan yang baik,” ujar Munafri.