Bekal Masa Depan: Pelatihan Pengelasan WBP Lapas Ambon, 8 Hari Bekali Keterampilan Siap Kerja
Lapas Ambon berkolaborasi dengan BPVP Ambon menyelenggarakan Pelatihan Pengelasan WBP Lapas Ambon selama delapan hari, membekali narapidana dengan keahlian kerja untuk reintegrasi sosial yang produktif.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon mengambil langkah progresif dalam pembinaan narapidana. Mereka bekerja sama dengan Balai Pengembangan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon menyelenggarakan pelatihan pengelasan. Inisiatif ini bertujuan membekali warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan kerja yang relevan.
Pelatihan ini dimulai pada 9 Oktober dan akan berlangsung selama delapan hari kerja. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya strategis untuk menyiapkan WBP menghadapi dunia kerja setelah bebas. Plh Kepala Lapas Ambon, Kaso Baham Andi Baso, menegaskan pentingnya program ini bagi masa depan mereka.
Fokus utama pelatihan adalah memberikan keahlian praktis yang dapat digunakan untuk mencari pekerjaan di industri atau bahkan memulai usaha mandiri. Langkah ini juga mengimplementasikan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang menekankan peningkatan pendayagunaan WBP.
Membangun Kemandirian Ekonomi WBP
Pelatihan pengelasan ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan yang konkret kepada para WBP. Kaso Baham Andi Baso menyatakan, "Pelatihan pengelasan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan yang bisa digunakan untuk mencari pekerjaan di industri atau bahkan membuka usaha mandiri." Hal ini sejalan dengan visi pembinaan yang berorientasi pada kemandirian.
Program ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan implementasi nyata dari arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Fokusnya adalah memberdayakan WBP agar mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi. Ini termasuk kontribusi pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setelah mereka kembali ke masyarakat.
Materi pelatihan mencakup teknik dasar hingga lanjutan pengelasan, memastikan peserta memiliki pemahaman komprehensif. Selain itu, aspek keselamatan kerja juga menjadi prioritas utama. Semua sesi dibimbing langsung oleh instruktur berpengalaman dari BPVP Ambon, yang telah melalui proses seleksi ketat untuk menjamin kualitas pengajaran.
Sinergi Lembaga untuk Peningkatan Kualitas SDM
Kolaborasi antara Lapas Ambon dan BPVP Ambon menunjukkan sinergi yang kuat antara lembaga vokasi dan pemasyarakatan. Plh Kepala BPVP Ambon, Fence, menekankan bahwa kerja sama ini adalah bentuk nyata dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia. Ini membuktikan komitmen kedua belah pihak terhadap pemberdayaan.
Fence menambahkan, "Kami yakin pelatihan ini tidak hanya memberikan keahlian teknis, tetapi juga membangun disiplin, tanggung jawab, dan rasa percaya diri para peserta." Aspek soft skills seperti komunikasi dan kerja sama tim juga diintegrasikan dalam kurikulum. Tujuannya adalah agar peserta Pelatihan Pengelasan WBP Lapas Ambon mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja yang dinamis.
Keterampilan pengelasan yang diperoleh WBP diharapkan dapat diaplikasikan secara luas. Potensi penerapannya meliputi dukungan terhadap sektor UMKM dan industri lokal. Dengan demikian, mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian setelah reintegrasi sosial.
Reintegrasi Sosial Melalui Kompetensi
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan pelatihan ini. Ia menegaskan bahwa program tersebut sangat selaras dengan tujuan pemasyarakatan. Tujuan utamanya adalah membina WBP agar siap kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang bermanfaat.
Ricky Dwi Biantoro menyatakan, "Ini adalah wujud nyata pembinaan berbasis kompetensi dan pemberdayaan." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan berbasis keterampilan dalam proses rehabilitasi. Pelatihan Pengelasan WBP Lapas Ambon menjadi contoh konkret bagaimana pembinaan dapat berdampak langsung.
Kegiatan pelatihan pengelasan di Lapas Ambon ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan pembinaan berkelanjutan. Dampaknya diharapkan positif bagi warga binaan. Melalui kolaborasi strategis ini, Lapas Ambon menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan program pembinaan yang relevan.
Sumber: AntaraNews