Basarnas Kerahkan KN SAR Ganesha dan Helikopter untuk Perkuat Bantuan Bencana Sumatera
Basarnas mengerahkan Kapal Negara SAR Ganesha, helikopter, dan personel tambahan guna memperkuat operasi Basarnas Bantuan Bencana Sumatera yang terdampak banjir dan tanah longsor, menjamin bantuan cepat sampai.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara sigap mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu penanganan dampak bencana di Pulau Sumatera. Pengerahan ini meliputi Kapal Negara (KN) SAR Ganesha, helikopter, serta puluhan personel tambahan. Langkah ini diambil untuk mempercepat penyaluran bantuan dan evakuasi di wilayah yang terdampak parah dalam misi Basarnas Bantuan Bencana Sumatera.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyatakan bahwa KN SAR Ganesha diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kapal tersebut berlayar pada Selasa (2/12) pagi, membawa personel SAR dan logistik penting. Tujuan utama adalah wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pengerahan ini merupakan respons cepat Basarnas terhadap kondisi darurat di Sumatera yang telah menghadapi bencana alam sejak 25 November 2025. Dengan mengerahkan aset laut dan udara, Basarnas berupaya menjangkau area sulit. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam misi kemanusiaan di seluruh pelosok negeri.
Pengerahan KN SAR Ganesha dan Logistik Penting
KN SAR Ganesha menjadi tulang punggung dalam misi Basarnas Bantuan Bencana Sumatera kali ini. Kapal ini diberangkatkan dengan membawa personel SAR dan bantuan logistik titipan dari berbagai pihak. Perjalanan laut ini diharapkan mampu menjangkau daerah-daerah yang akses daratnya terputus akibat bencana.
Menurut Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, KN SAR Ganesha dijadwalkan berlayar selama sekitar 33 jam menuju Padang, Sumatera Barat. Setelah itu, kapal akan melanjutkan pelayaran ke Sibolga, Sumatera Utara. "Kami men-deploy personel dan membawa logistik titipan untuk saudara-saudara kita di sana," kata Bramantyo.
Kapal tersebut difungsikan sebagai sarana transportasi utama bagi petugas penyelamat dan pengiriman bantuan. Banyak wilayah terdampak bencana di Sumatera yang masih sulit dijangkau melalui jalur darat. Oleh karena itu, kehadiran KN SAR Ganesha sangat vital untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.
Dukungan Udara dan Penambahan Personel
Selain pengerahan kapal, Basarnas juga mengoperasikan helikopter untuk mendukung operasi Basarnas Bantuan Bencana Sumatera. Dua unit helikopter dikerahkan dari lokasi berbeda untuk mempercepat respons di udara. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif Basarnas dalam penanganan bencana.
Satu helikopter diterbangkan dari Lampung menuju Sibolga, Sumatera Utara, untuk mendukung operasi di sana. Helikopter lainnya diberangkatkan dari Lanud Atang Sandjaya di Jawa Barat menuju Medan. "Selama kita masih mampu, kita akan maksimalkan. Kebutuhannya di sana besar dan kita akan terus memperkuat operasi," ujar Bramantyo.
Basarnas juga mengirimkan personel tambahan yang signifikan untuk memperkuat tim di lapangan. Sebanyak 43 potensi SAR dan 21 petugas penyelamat dari Kantor SAR Jakarta, Bandung, dan Banten turut diberangkatkan. Mereka akan bergabung dengan ribuan personel lain yang sudah bertugas di Sumatera.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii sebelumnya menyatakan bahwa lebih dari 6.000 personel SAR telah dikerahkan. Mereka mendukung operasi tanggap darurat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 25 November 2025. "Kita tahu kondisinya di lapangan masih berat. Karena itu, seluruh perkuatan kita kirim agar operasi berjalan optimal," tambah Bramantyo.
Sebaran Personel di Wilayah Terdampak
Pengerahan personel Basarnas Bantuan Bencana Sumatera ini tersebar di tiga provinsi utama yang terdampak. Di Provinsi Aceh, sebanyak 389 orang, terdiri dari 165 personel Basarnas dan 224 potensi SAR, ditugaskan. Mereka membantu penanganan banjir dan tanah longsor di Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie.
Untuk wilayah Sumatera Utara, 121 personel Basarnas dan 5.378 potensi SAR dilibatkan dalam operasi tanggap darurat. Mereka fokus di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Mandailing Natal, dan Humbang Hasundutan. Kantor SAR Medan memimpin operasi besar ini untuk memastikan cakupan maksimal.
Sementara itu, di Sumatera Barat, Kantor SAR Padang mengerahkan 128 personel, serta kapal dan helikopter. Mereka menangani dampak tanah longsor dan banjir bandang di Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, serta kota/kabupaten lainnya. Koordinasi yang kuat menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Sumber: AntaraNews