Kepala Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Fazzli, mengumumkan bahwa Kapal Negara (KN) SAR Purworejo 101 telah diperbantukan untuk memperkuat operasi SAR di Provinsi Aceh. Pengerahan ini dilakukan menyusul kondisi bencana alam yang melanda wilayah tersebut, terutama banjir akibat curah hujan ekstrem.
KN SAR Purworejo 101 telah tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kota Lhokseumawe, Aceh, pada Minggu, pukul 06.00 WIB, setelah menempuh perjalanan sekitar 54 jam dari Batam. Kedatangan kapal ini menjadi bagian dari komitmen Basarnas dalam memberikan pelayanan cepat dan terpadu.
Tim dari SAR Tanjungpinang segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait setibanya di lokasi bencana. Langkah ini penting untuk menyelaraskan strategi penanganan dan memastikan efektivitas operasi di wilayah yang terdampak banjir dan longsor.
Advertisement
Advertisement
Setibanya di Pelabuhan Krueng Geukueh, tim SAR Tanjungpinang langsung bergerak cepat melaksanakan koordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (KKS) Aceh. Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama Pemerintah Kota Lhokseumawe serta Satgas SAR Lhokseumawe.
Fazzli menjelaskan bahwa koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah-langkah operasi penyelamatan. Hal ini mencakup strategi penanganan bencana serta pemetaan wilayah terdampak banjir secara komprehensif.
Selanjutnya, tim segera melakukan observasi kondisi aktual di beberapa titik di Lhokseumawe yang terdampak bencana banjir. Observasi ini krusial untuk memastikan efektivitas pengerahan personel dan peralatan yang dibawa.
Advertisement
Penentuan prioritas lokasi yang membutuhkan penanganan segera juga menjadi fokus utama dari kegiatan observasi ini. Dengan demikian, bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Advertisement
Operasi SAR di Aceh ini merupakan bentuk komitmen Basarnas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pelayanan cepat, tepat, dan terpadu menjadi prioritas utama dalam setiap situasi kedaruratan, khususnya bencana banjir.
Pihak SAR Tanjungpinang mengerahkan sebanyak 54 personel tim penyelamat guna memperkuat operasi SAR di Aceh. Selain itu, mereka juga mendistribusikan bantuan bagi warga terdampak banjir di Aceh dan sekitarnya.
Dukungan logistik yang dibawa Tim SAR Tanjungpinang sangat beragam dan vital bagi korban bencana. Bantuan tersebut meliputi bahan pokok seperti beras, mi instan, dan air mineral.
Advertisement
Tidak hanya itu, sejumlah alat utama pendukung operasi SAR juga turut dibawa untuk menunjang efektivitas penyelamatan. Peralatan ini mencakup rescue truck, rescue car type II, perahu karet, serta motor tempel, yang sangat dibutuhkan di medan sulit.
Advertisement
Curah hujan ekstrem yang terjadi berturut-turut di beberapa wilayah Aceh telah menyebabkan dampak yang signifikan. Bencana banjir meluas hingga merendam permukiman warga di berbagai lokasi.
Kondisi ini juga merusak akses jalan utama dan memicu sejumlah titik longsor yang menghambat mobilisasi warga. Akibatnya, banyak daerah menjadi terisolasi dan sulit dijangkau.
Peningkatan kebutuhan akan dukungan SAR serta logistik kemanusiaan menjadi sangat signifikan di wilayah terdampak. Situasi ini menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak.
Advertisement
Seluruh peralatan yang dibawa akan digunakan untuk evakuasi, penyelamatan, serta mobilisasi di wilayah sulit terjangkau. Hal ini penting mengingat tingginya genangan air maupun akses jalan yang tertutup longsor, memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews