Banyuwangi Perkuat Pengelolaan Sampah: TPS 3R Baru Jangkau 37 Desa, Kapasitas 160 Ton/Hari
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali membangun TPS 3R baru yang akan menjangkau 37 desa dengan kapasitas 160 ton per hari, bagian dari program Banyuwangi Hijau. Program ini akan melayani hampir seluruh populasi Banyuwangi.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Mereka membangun Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) baru di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo. Fasilitas ini dirancang untuk menjangkau 37 desa di delapan kecamatan dengan kapasitas pengolahan mencapai 160 ton sampah per hari.
Pembangunan TPS 3R ini merupakan bagian integral dari program besar "Banyuwangi Hijau Fase 2" yang telah dicanangkan. Inisiatif strategis ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah dengan pendekatan yang ramah lingkungan. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan program ini secara optimal.
Proyek ini tidak berdiri sendiri, melainkan hasil kerja sama dengan berbagai pihak internasional dan nasional. Kolaborasi melibatkan korporasi Borealis dari Austria, Clean Rivers dari Uni Emirat Arab, serta Project Stop dan Perhutani Selatan. Saat ini, pembangunan TPS 3R Karetan berada pada tahap penyiapan lahan konstruksi awal.
Kolaborasi Global untuk Banyuwangi Hijau
Program Banyuwangi Hijau Fase 2 menjadi payung bagi upaya penanganan sampah yang lebih terstruktur dan ramah lingkungan. Pembangunan fasilitas pengolahan sampah, termasuk TPS 3R, merupakan langkah konkret dalam program ini. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa, "Penanganan sampah ramah lingkungan dengan membangun fasilitas pengolahannya ini adalah bagian dari program Banyuwangi Hijau Fase 2."
Dukungan dari berbagai pihak internasional dan nasional menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Korporasi Borealis dari Austria dan Clean Rivers dari Uni Emirat Arab berperan penting dalam kolaborasi ini. Selain itu, Project Stop dan Perhutani Selatan juga turut menyediakan lahan yang diperlukan. Bupati Ipuk menyampaikan, "Terima kasih telah mendukung daerah dalam program pengelolaan sampah secara berkelanjutan."
Sebelumnya, fasilitas TPS 3R serupa telah dibangun di Desa Balak, Kecamatan Songgon, dan Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar. Keberadaan fasilitas-fasilitas ini menunjukkan konsistensi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam memperluas jangkauan pengelolaan sampah yang efektif.
Perluasan Jangkauan dan Kapasitas Pengelolaan Sampah
TPS 3R Karetan yang baru dibangun ini akan memiliki kapasitas pengolahan sampah sebesar 160 ton per hari. Fasilitas ini diharapkan mampu melayani kebutuhan pengelolaan sampah di 37 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Ini merupakan peningkatan signifikan dalam upaya penanganan sampah di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, Dwi Handayani, menjelaskan bahwa pembangunan TPS 3R di Desa Karetan saat ini masih dalam tahap cut and fill untuk penyiapan lahan konstruksi. "Targetnya pada Juni 2026 bisa tuntas, sehingga bulan berikutnya bisa mulai beroperasi," ujarnya.
Selain TPS 3R Karetan, program Banyuwangi Hijau Fase 3 juga akan mengembangkan dua Stasiun Peralihan Antara (SPA). SPA ini akan dibangun di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, dan Desa Setail, Kecamatan Genteng. Masing-masing SPA tersebut akan memiliki kapasitas pengolahan 50 ton sampah per hari, menambah total kapasitas pengelolaan sampah di Banyuwangi.
Total Kapasitas dan Cakupan Populasi
Dengan penambahan TPS 3R Karetan dan dua SPA, total kapasitas pengelolaan sampah dari ketiga fasilitas baru ini akan mencapai 260 ton per hari. Angka ini merupakan gabungan dari 160 ton dari TPS 3R Karetan dan masing-masing 50 ton dari dua SPA. Peningkatan kapasitas ini menunjukkan keseriusan Banyuwangi dalam menangani masalah sampah.
Kemampuan melayani hingga 1,4 juta populasi menjadi target utama dari program ini. Dwi Handayani, yang akrab disapa Yani, menjelaskan bahwa dengan total populasi Banyuwangi sebanyak 1,7 juta jiwa, program Banyuwangi Hijau akan bisa menjangkau hampir seluruh warga. Ini adalah langkah besar menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat Banyuwangi.
Upaya pengelolaan sampah secara berkelanjutan ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan. Program ini juga menjadi contoh kolaborasi efektif antara pemerintah daerah, mitra internasional, dan pihak swasta. Dengan fasilitas yang terintegrasi, Banyuwangi optimis dapat mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan bersih.
Sumber: AntaraNews