Ratusan Penumpang Tertahan, WHO Selidiki Kasus Misterius di Kapal Pesiar Atlantik
Kapal pesiar yang bersangkutan saat ini tidak berlayar, tetapi terjebak di perairan dekat Cape Verde dan menunggu tindakan selanjutnya.
Tiga orang dilaporkan tewas dan sejumlah tiga lainnya jatuh sakit akibat dugaan wabah hantavirus yang terjadi di sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik. Hal ini disampaikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Afrika Selatan pada Minggu (3/5/2026). Dalam pernyataan mereka kepada The Associated Press, WHO menginformasikan bahwa penyelidikan sedang berlangsung, meskipun setidaknya satu kasus hantavirus telah terkonfirmasi.
Salah satu pasien saat ini dirawat di unit perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Afrika Selatan, dan WHO menambahkan bahwa mereka bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk mengevakuasi dua orang lainnya yang menunjukkan gejala dari kapal tersebut.
Perusahaan Belanda yang mengoperasikan kapal pesiar itu menyebutkan bahwa kapal tersebut kini berada di lepas pantai Cape Verde, yang merupakan negara kepulauan di barat Afrika. Meskipun otoritas setempat telah memberikan bantuan, mereka belum mengizinkan siapa pun untuk turun dari kapal.
Diketahui bahwa dua orang yang mengalami sakit di atas kapal dan membutuhkan perawatan medis segera adalah anggota kru. Hantavirus, yang dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, merupakan bagian dari keluarga virus yang umumnya menyebar melalui kontak dengan urine atau feses hewan pengerat yang terinfeksi, seperti tikus.
Penyakit ini sempat menjadi sorotan setelah istri aktor mendiang Gene Hackman, Betsy Arakawa, meninggal akibat infeksi hantavirus di New Mexico tahun lalu. Gene Hackman sendiri meninggal sekitar satu minggu setelahnya di rumah mereka karena penyakit jantung.
Berdasarkan informasi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), hantavirus dapat menyebabkan dua sindrom serius, yaitu sindrom paru hantavirus yang menyerang paru-paru dan demam berdarah dengan sindrom ginjal yang memengaruhi ginjal. Meskipun penularan antar manusia tergolong jarang, WHO menyatakan bahwa infeksi hantavirus tetap dapat menular.
Hingga saat ini, belum ada pengobatan atau obat khusus untuk hantavirus, tetapi penanganan medis yang cepat dapat meningkatkan peluang bertahan hidup pasien.
"WHO mengetahui dan mendukung penanganan peristiwa kesehatan masyarakat yang melibatkan sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik," ungkap organisasi tersebut. Mereka juga menginformasikan bahwa penyelidikan mendalam sedang dilakukan, termasuk pengujian laboratorium dan investigasi epidemiologi. Perawatan medis serta dukungan sedang diberikan kepada penumpang dan awak kapal, dan proses pengurutan virus juga sedang berlangsung.
Kementerian Kesehatan Afrika Selatan mengungkapkan bahwa kapal tersebut, MV Hondius, berangkat dari Argentina sekitar tiga minggu lalu untuk pelayaran yang mencakup kunjungan ke Antartika, Kepulauan Falkland, dan beberapa pemberhentian lainnya. Kapal itu dijadwalkan menuju Kepulauan Canary di Spanyol di sisi lain Samudra Atlantik.
Menurut Kementerian Kesehatan, korban pertama adalah seorang pria berusia 70 tahun yang meninggal di atas kapal, dan jenazahnya diturunkan di Saint Helena, wilayah seberang laut Inggris di Atlantik Selatan. Istri dari pria tersebut kemudian pingsan di sebuah bandara di Afrika Selatan saat hendak terbang pulang ke Belanda dan meninggal di rumah sakit terdekat. Kementerian tersebut juga mengidentifikasi pasien yang dirawat di unit perawatan intensif di Johannesburg sebagai warga negara Inggris yang jatuh sakit di dekat Pulau Ascension, setelah kapal meninggalkan Saint Helena dan dipindahkan ke Afrika Selatan.
Jenazah Masih Berada di Kapal
Kementerian Kesehatan Afrika Selatan melaporkan bahwa sekitar 150 wisatawan berada di atas kapal saat wabah terjadi. Beberapa operator tur daring menyebutkan bahwa Hondius, yang dikenal sebagai kapal pesiar khusus wilayah kutub, biasanya mengangkut sekitar 70 awak kapal. Oceanwide Expeditions, perusahaan yang mengoperasikan kapal tersebut, menginformasikan bahwa jenazah korban ketiga masih berada di atas kapal di Cape Verde. Prioritas utama mereka adalah memastikan dua anggota kru yang sakit mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.
"Otoritas kesehatan setempat telah mengunjungi kapal untuk menilai kondisi dua individu yang menunjukkan gejala," ungkap perusahaan itu.
"Mereka masih belum memutuskan mengenai pemindahan kedua individu tersebut ke fasilitas medis di Cape Verde."
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan mereka bekerja sama dengan otoritas nasional dan operator kapal untuk melakukan penilaian risiko kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan memberikan dukungan kepada penumpang serta awak yang masih berada di atas kapal.
Sementara itu, Institut Nasional Penyakit Menular Afrika Selatan tengah melakukan pelacakan kontak di wilayah Johannesburg untuk mengidentifikasi apakah ada orang lain yang terpapar oleh penumpang yang terinfeksi selama berada di Afrika Selatan.