Bangkai Orangutan Tapanuli Ditemukan Pascabanjir, Diduga Terbawa Arus Sungai
Temuan tersebut terjadi saat tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan melakukan penelusuran korban banjir.
Bangkai seekor orangutan Tapanuli ditemukan di antara gelondongan kayu pascabanjir yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada 26 November 2025.
Temuan tersebut terjadi saat tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan melakukan penelusuran korban banjir.
Relawan SAR, Decky Chandrawan, mengatakan bangkai primata langka itu ditemukan pada 3 Desember 2025 di Desa Pulo Pakkat, Kecamatan Suka Bangun, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Awalnya, tim menerima informasi dari warga yang mengira temuan tersebut adalah jasad manusia.
“Yang terlihat hanya tangannya. Setelah saya cek, ada bulunya. Dari warna bulu dan ukuran jari, saya pastikan itu bangkai orangutan,” kata Decky, Sabtu (13/12).
Orang Utan Betina
Menurut Decky, berdasarkan ukuran tubuh dan struktur rahang, bangkai tersebut diduga merupakan orangutan Tapanuli betina remaja.
Tim sempat melakukan penyisiran di sekitar lokasi karena menduga ada individu lain yang ikut menjadi korban, tapi tidak ditemukan.
Saat ditemukan, kondisi bangkai sudah membusuk dan tidak langsung dievakuasi karena keterbatasan peralatan serta tidak adanya petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) di lokasi.
Decky menduga orangutan tersebut terbawa arus banjir dari hulu Sungai Garoga, yang merupakan kawasan habitat orangutan Tapanuli.
Sementara itu, BBKSDA Sumut memastikan bangkai orangutan tersebut telah dievakuasi. Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padang Sidempuan, Susilo AW, mengatakan bangkai telah dikuburkan sesuai prosedur.
“Kami sudah melakukan evakuasi dan penguburan di wilayah kerja KSDA Padang Sidempuan,” ujarnya.