Bali Catat 3 Kasus Positif Covid-19 Periode Januari-Juni 2025
Berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), tercatat hanya ada tiga kasus Covid-19 di Bali sejak Januari hingga Juni 2025.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, Raka Susanti mengatakan tidak ada lonjakan kasus Covid-19 di Pulau Bali seiring adanya peningkatan kasus di negara-negara Asia.
"Tidak ada peningkatan kasus Covid-19 sementara ini," kata dia, saat dikonfirmasi Rabu (4/6).
Kemudian, berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), tercatat hanya ada tiga kasus Covid-19 di Bali sejak Januari hingga Juni 2025.
"Baru tiga (orang) yang dilaporkan oleh faskes, dengan hasil swab antigen (positif) Covid-19," ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom mengatakan, untuk antisipasi lonjakan Covid-19, pihaknya akan memantau perkembangan situasi dan informasi global terkait kejadian Covid-19 melalui kanal resmi pemerintah dan WHO.
"Meningkatkan kewaspadaan dini dengan memantau dan memverifikasi tren kasus ILI/SARI/Pneumonia/Covid-19 melalui pelaporan rutin SKDR dan surveilans sentinel ILI-SARI," ucap Anom dalam keterangan tertulisnya.
Kemudian juga melakukan penyelidikan epidemiologi apabila ditemukan adanya peningkatan kasus Covid-19 maupun infeksi saluran pernafasan lainnya yang terdeteksi di SKDR.
Selain itu, Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga berkoordinasi dengan Balai Karantina Kesehatan (BKK) apabila ditemukan suspek Covid-19 di pintu masuk khususnya pintu Bali yang merupakan titik yang paling diantisipasi.
"Agar melaporkan suspek Covid-19 tersebut ke Dinas Kesehatan untuk bersama-sama melakukan penyelidikan epidemiologi," ujarnya.
Tingkatkan Prokes
Pihaknya juga mengimbau, agar masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih sehat, cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun atau menggunakan hand sanitizer
"Menggunakan masker bagi masyarakat yang sakit atau jika berada di kerumunan. Segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala infeksi saluran pernafasan dan ada riwayat kontak dengan faktor risiko," ujarnya.
Seperti diketahui, sejumlah negara di Asia Tenggara mengeluarkan peringatan waspada menyusul peningkatan tajam kasus Covid-19 di kawasan ini sejak Mei 2025.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat kasus Covid-19 di dunia mencapai 91.583 selama 28 hari hingga 11 Mei. Angka itu meningkat 55.984 kasus dibanding bulan sebelumnya.
Peningkatan kasus terjadi di berbagai belahan dunia terdapat belahan dunia termasuk di antaranya Asia Tenggara. WHO lantas mengeluarkan peringatan untuk mewaspadai dan melakukan pencegahan agar virus corona tak menyebar.
Kunjungan Pariwisata Tak Terpengaruh
Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali menyebutkan soal kabar adanya lonjakan kasus Covid-19 di negara-negara tetangga belum memberi pengaruh atau berdampak terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Bali.
"Sampai saat ini isu Covid- 19 belum berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Bali," kata Kepala Dispar Bali I Wayan Sumarajaya di Denpasar.
Ia menyebutkan, secara nasional, isu Covid-19 telah ditangani oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang kewaspadaan terhadap peningkatan kasus Covid-19.
"Dalam surat edaran tersebut, Kemenkes menintruksikan kepada seluruh instansi kesehatan dari dinas kesehatan provinsi, kabupaten dan kota, puskesmas, balai karantina untuk selalu memantau dan meningkatkan kewaspadaan," ujarnya.
"Sesuai hasil koordinasi kami dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, disampaikan bahwa masyarakat diminta waspada dan memperhatikan surat edaran tersebut," ujarnya.