Autopsi Pilot AMA Ditembak Jarak Dekat: Nicholas Gosselin Tewas Akibat Luka Parah di Kepala
Hasil autopsi Pilot AMA, Nicholas Gosselin, mengungkap fakta mengejutkan: ia meninggal dunia akibat luka tembak jarak sangat dekat. Temuan ini menjelaskan penyebab kematian tragis yang menimpa pilot tersebut.
Kombes Pol. dr. Sebastian Romi, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, mengumumkan hasil pemeriksaan forensik terhadap jenazah pilot maskapai AMA, Nicholas Gosselin, di Jayapura pada Sabtu (04/7). Pemeriksaan ini memastikan penyebab kematian pilot tersebut. Hasil forensik mengungkapkan bahwa Nicholas Gosselin meninggal dunia akibat luka tembak yang dilepaskan dari jarak sangat dekat.
Luka tembak tersebut teridentifikasi sebagai luka tembak kontak, di mana moncong senjata menempel tegak lurus pada permukaan kulit korban. Peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan, menyebabkan kerusakan parah pada tulang wajah dan dasar tengkorak. Temuan ini memberikan gambaran jelas mengenai insiden tragis yang menimpa pilot AMA.
Selain luka tembak, tim forensik juga menemukan berbagai luka akibat benturan benda tumpul pada tubuh korban. Luka-luka ini termasuk luka terbuka pada kepala, dahi, telinga kanan, serta patah tulang rahang atas dan rahang bawah, menambah detail kondisi jenazah.
Detil Hasil Pemeriksaan Forensik
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kombes Pol. dr. Sebastian Romi, menjelaskan bahwa tim forensik telah merampungkan pemeriksaan terhadap jenazah Nicholas Gosselin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kematian pilot tersebut. Hasilnya menunjukkan adanya luka tembak masuk di pipi kiri yang konsisten dengan karakteristik luka tembak kontak, menandakan senjata ditembakkan dari jarak sangat dekat.
Lintasan peluru yang masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan mengakibatkan kerusakan masif. Kerusakan ini meliputi tulang wajah dan dasar tengkorak, yang menjadi faktor utama kematian korban. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa insiden yang menimpa Pilot AMA ini berlangsung cepat dan fatal.
Selain luka tembak, tim forensik juga menemukan sejumlah luka lain yang diakibatkan oleh benturan benda tumpul. Luka-luka tersebut mencakup luka terbuka di kepala, dahi, dan telinga kanan, serta patah tulang pada rahang atas dan rahang bawah. Adanya luka benturan ini menunjukkan kemungkinan adanya kekerasan lain yang dialami korban sebelum atau saat kejadian.
Proses Pemeriksaan dan Penyerahan Jenazah
Untuk memastikan penyebab kematian, tim medis melakukan pemeriksaan radiologi (X-ray) pada jenazah Nicholas Gosselin. Pemeriksaan ini sangat penting untuk melihat kondisi internal tanpa harus melakukan autopsi dalam secara penuh. Hasil X-ray menunjukkan adanya patah tulang yang signifikan pada dasar tengkorak korban, mengkonfirmasi tingkat keparahan cedera.
Sebastian Romi menambahkan bahwa pemeriksaan dilakukan melalui pemeriksaan luar yang didukung oleh pencitraan radiologi, bukan autopsi dalam. Dari hasil ini, diketahui bahwa lintasan peluru menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak, yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death.
Setelah seluruh proses pemeriksaan forensik selesai, jenazah Nicholas Gosselin diserahkan kepada pihak maskapai AMA. Penyerahan jenazah dilakukan pada Sabtu dini hari. Jenazah selanjutnya akan diterbangkan ke Jakarta sebelum dipulangkan ke Amerika Serikat untuk proses pemakaman sesuai keinginan keluarga.
Sumber: AntaraNews