Antisipasi Unjuk Rasa Anarkis, Polisi Latihan Simulasi Anti Huru-Hara di Bandung
Aksi yang semula berlangsung damai berubah menjadi bentrokan.
Gelombang unjuk rasa yang terjadi di Kota Bandung pada akhir Agustus hingga awal September 2025 lalu berujung ricuh. Aksi yang semula berlangsung damai berubah menjadi bentrokan, mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas umum. Tidak hanya itu, sejumlah orang dari kalangan massa aksi maupun aparat keamanan dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Mengantisipasi hal tersebut berulang, Polrestabes Bandung pun menggelar simulasi pengamanan huru-hara, pada Jumat (26/9). Dilaksanakan di Lapangan Tegallega Bandung, simulasi bertujuan guna memperkuat kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi tindakan yang mengarah pada tindak kerusuhan saat aksi.
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono mengatakan ratusan personel polisi dilibatkan dalam latihan ini. Mulai dari satuan Sabhara, Brimob, hingga Lalu Lintas. Simulasi difokuskan dengan skenario penanganan penanganan massa aksi yang berujung ricuh.
"Simulasi ini dilakukan agar personel terbiasa dengan berbagai skenario lapangan, mulai dari pengendalian massa, penggunaan peralatan dalmas, hingga evakuasi korban,” ujar Budi.
Pada praktiknya, digambarkan situasi massa yang tindakannya menjurus pada perbuatan yang anarkistis. Kemudian petugas melaksanakan negosiasi, membentuk barikade, serta menurunkan kendaraan taktis (rantis) untuk membubarkan massa yang rusuh.
Tak hanya itu, jajaran petugas medis juga dilibatkan. Mereka bersiaga mengevakuasi korban yang mengalami luka.
Terkait ini, Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, menuturkan bahwa latihan rutin digelar. Hal ini merupakan bentuk antisipasi menghadapi situasi kontijensi.
"Kami ingin memastikan seluruh anggota siap, terlatih, dan memahami prosedur saat menghadapi kerusuhan,” katanya.
Simulasi ini melibatkan juga institusi TNI, Dinas Kebakaran Kota Bandung, Dinas Kesehatan, Dishub Kota Bandung, hingga Satpol PP, juga instansi lainnya. Dengan keterlibatan pihak lintas sektoral, harapannya sinergitas dan koordinasi di lapangan dapat diperkuat.
"Dengan adanya latihan bersama ini, diharapkan pengamanan di Kota Bandung semakin solid dan masyarakat merasa aman,” kata Asep.