Tahukah Anda? Polresta Barelang Gelar Pelatihan Dalmas, Siap Hadapi Unjuk Rasa dengan Humanis
Polresta Barelang tingkatkan profesionalisme personel melalui pelatihan Dalmas, memastikan kesiapan hadapi unjuk rasa dengan pendekatan humanis dan terukur. Simak detail skenario latihannya!
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang, Polda Kepulauan Riau, baru-baru ini menggelar latihan pengendalian massa (Dalmas). Latihan ini bertujuan meningkatkan profesionalisme personel dalam penanganan unjuk rasa. Kegiatan ini berlangsung di Mapolresta Barelang, Kota Batam, pada Sabtu pagi.
Latihan tersebut diikuti oleh personel gabungan dari berbagai fungsi kepolisian. Ini termasuk Polsek jajaran hingga regu Polwan negosiator. Kabagops Polresta Barelang, AKP Yudi Kurniadi, memimpin langsung pelatihan ini.
Menurut AKP Yudi, latihan ini penting untuk memastikan personel mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur. Ini sangat krusial dalam menghadapi berbagai dinamika unjuk rasa di lapangan.
Simulasi Dua Skenario: Hijau dan Kuning
Dalam pelatihan Dalmas ini, personel Polresta Barelang dihadapkan pada dua skenario simulasi. Skenario pertama adalah situasi hijau, di mana massa aksi menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Skenario kedua adalah situasi kuning, yang menggambarkan massa mulai tidak tertib dan melakukan tindakan anarkis.
Pada skenario situasi hijau, tim negosiator Polwan berperan aktif memberikan imbauan persuasif. Sementara itu, personel Dalmas awal melakukan pengamanan menggunakan tali Dalmas. Tujuannya adalah menjaga agar massa tidak menerobos objek vital yang menjadi sasaran unjuk rasa.
Berbeda dengan situasi hijau, skenario kuning menuntut tindakan lebih tegas. Personel Dalmas melakukan formasi pendorongan untuk mengurai kerumunan massa. Kendaraan water canon juga dikerahkan untuk penyemprotan air guna membubarkan massa.
Selain itu, regu penembak gas air mata turut melakukan tindakan pengendalian yang terukur. Setelah serangkaian tindakan tersebut, negosiator kembali memberikan imbauan. Sesuai skenario, massa akhirnya dapat dibubarkan dengan aman dan terkendali.
Kesiapan Menyeluruh dan Pendekatan Humanis
AKP Yudi Kurniadi menegaskan bahwa latihan Dalmas ini merupakan bentuk kesiapan Polresta Barelang. Mereka siap menghadapi berbagai dinamika di lapangan, termasuk potensi unjuk rasa yang intens. Komitmen ini menunjukkan dedikasi dalam menjaga stabilitas keamanan.
"Kami juga menekankan pendekatan humanis agar pengendalian massa tetap berjalan secara profesional," ujar Yudi. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap tindakan yang diambil tetap mengedepankan hak asasi manusia dan keselamatan publik. Hal ini sejalan dengan prinsip Polri yang presisi.
Latihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan individu personel, tetapi juga mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana. Peralatan Dalmas, kendaraan AWC (water canon), alat komunikasi, hingga perlengkapan pendukung lainnya diperiksa. Hal ini penting untuk memastikan semua berfungsi optimal.
Dengan adanya latihan Dalmas yang komprehensif ini, kemampuan individu personel dan dukungan peralatan dapat saling melengkapi. Ini sangat krusial dalam tugas penanganan unjuk rasa di Kota Batam. Polresta Barelang berkomitmen terus meningkatkan kualitas pengamanan.
"Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas pengamanan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Yudi. Ia juga menegaskan kesiapan Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Tujuannya adalah memastikan setiap penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Sumber: AntaraNews