Fakta Mengejutkan: 37 Anak Ikut Ditangkap, Polda Jabar Amankan 147 Orang Terkait Demo Ricuh Bandung
Polda Jabar telah mengamankan 147 orang, termasuk 37 anak, pasca demo ricuh Bandung yang berujung anarkis dan perusakan fasilitas umum. Apa motif di baliknya?
Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) telah mengamankan sebanyak 147 orang terkait aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Kota Bandung. Insiden ini terjadi secara beruntun dari tanggal 29 hingga 31 Agustus 2025, menimbulkan kerusakan signifikan di beberapa area publik dan mengganggu ketertiban umum.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa aksi massa tersebut sejak awal tidak diwarnai dengan penyampaian aspirasi yang damai. Sebaliknya, para pelaku justru melakukan tindakan anarkis dengan melemparkan berbagai benda berbahaya ke arah petugas keamanan yang berjaga, menunjukkan niat untuk menciptakan kekacauan.
Dari total 147 orang yang diamankan, 110 di antaranya adalah orang dewasa, sementara 37 lainnya merupakan anak-anak dengan rentang usia 13 hingga 17 tahun. Penangkapan ini dilakukan sebagai respons atas kericuhan yang melanda beberapa titik vital di ibu kota Jawa Barat, termasuk kawasan Gedung DPRD dan Dago.
Kronologi Kerusuhan dan Dampaknya
Kombes Pol Hendra Rochmawan merinci bahwa selain menyerang petugas, massa juga merusak sejumlah fasilitas umum yang berada di sekitar Gedung DPRD Jawa Barat hingga kawasan Dago. Aksi perusakan ini menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit, serta mengganggu pelayanan publik.
Kendaraan roda dua yang terparkir di lokasi menjadi sasaran pembakaran, menunjukkan tingkat anarkisme yang tinggi dari para pelaku. Tidak hanya itu, fasilitas layanan masyarakat seperti pos polisi, kamera pengawas (CCTV), hingga lampu lalu lintas (traffic light) juga mengalami kerusakan parah, sengaja dirusak oleh oknum massa.
Akibat perusakan traffic light, beberapa titik jalan di Kota Bandung berpotensi menimbulkan kemacetan parah dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Hal ini tentu berdampak langsung pada mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut, menambah kerugian akibat aksi demo ricuh Bandung ini.
Polda Jabar terus melakukan pendataan dan investigasi untuk mengidentifikasi pelaku utama serta motif di balik tindakan anarkis ini. Upaya pemulihan fasilitas umum juga menjadi prioritas utama untuk segera mengembalikan fungsi kota seperti semula dan memastikan keamanan warga.
Upaya Pemulihan dan Imbauan Polda Jabar
Pascakericuhan, Kombes Pol Hendra Rochmawan berharap situasi dapat segera pulih dan seluruh pihak dapat menahan diri. Ia menekankan pentingnya tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat di Bandung dan sekitarnya, demi menjaga stabilitas sosial.
Polda Jabar juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah demi terciptanya lingkungan yang aman dan damai. Imbauan ini mencakup ajakan untuk melakukan doa bersama demi keamanan Indonesia yang aman dan sejahtera, baik secara perorangan maupun melalui institusi keagamaan.
Secara khusus, imbauan doa bersama ditujukan kepada kedinasan perkantoran dan lintas agama di tempat ibadahnya masing-masing, seperti masjid, gereja, kuil, maupun pura. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Polda Jabar dalam melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan suasana damai dan harmonis.
Polda Jabar memastikan akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengamanan yang telah diterapkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Aparat kepolisian berkomitmen untuk memperbaiki strategi dalam menghadapi aksi unjuk rasa ke depan, demi menjaga ketertiban dan keamanan publik secara optimal.
Sumber: AntaraNews