Antisipasi Banjir Lebak, BPBD Siagakan Warga di Bantaran Sungai Ciujung
BPBD Lebak memberlakukan siaga Banjir Lebak menyusul curah hujan tinggi, mengimbau warga bantaran Sungai Ciujung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten, telah memberlakukan status siaga banjir. Langkah ini diambil menyusul intensitas curah hujan yang cukup tinggi di wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir, memicu kekhawatiran akan potensi luapan air sungai. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh elemen masyarakat.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, secara tegas mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran Sungai Ciujung, untuk meningkatkan kewaspadaan. Peringatan dini ini bertujuan untuk meminimalisir risiko bencana yang mungkin timbul akibat peningkatan debit air. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi ancaman banjir Lebak.
Pemantauan terbaru menunjukkan muka air Sungai Ciujung di jembatan dua Rangkasbitung telah mencapai 500 centimeter, sementara debit air di Bendungan Pamarayan tercatat 510 meter kubik (m3) per detik. Data ini menjadi dasar kuat bagi BPBD untuk memberlakukan siaga banjir, terutama dengan prediksi curah hujan sedang hingga lebat yang berpeluang terjadi pada sore, malam, dini hari, hingga pagi hari.
Kewaspadaan Dini di Tengah Curah Hujan Tinggi
BPBD Kabupaten Lebak terus memantau kondisi cuaca dan debit air sungai secara berkala, mengingatkan potensi banjir Lebak. Sukanta menegaskan bahwa peringatan kewaspadaan ini sangat penting untuk mengurangi risiko kebencanaan yang mungkin terjadi. Masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan selalu siap siaga menghadapi segala kemungkinan.
Wilayah Kabupaten Lebak dikenal sebagai daerah langganan banjir, terutama saat curah hujan tinggi. Hal ini disebabkan oleh keberadaan ratusan aliran sungai yang melintasi wilayah tersebut. Permukiman warga yang paling rentan terdampak adalah mereka yang berada di sekitar aliran sungai, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam upaya mitigasi bencana.
Menurut BPBD, jika curah hujan tinggi dan berlangsung selama lima jam atau lebih, dipastikan aliran sungai akan meluap. Kondisi geografis Lebak dengan banyak sungai menjadikannya sangat rentan terhadap banjir bandang atau luapan sungai. Oleh karena itu, pemahaman akan pola cuaca dan respons cepat sangat dibutuhkan oleh warga.
Pihak BPBD juga telah menyiapkan tim reaksi cepat untuk merespons laporan atau kejadian darurat terkait banjir. Koordinasi dengan pihak terkait lainnya seperti TNI, Polri, dan relawan juga terus diperkuat guna memastikan penanganan bencana dapat berjalan efektif dan efisien. Edukasi kepada masyarakat tentang jalur evakuasi dan titik kumpul aman juga menjadi prioritas.
Masyarakat Diminta Siaga, Amankan Barang Berharga
Respons cepat dari masyarakat terhadap peringatan dini menjadi indikator penting dalam mitigasi bencana banjir Lebak. Madropi (55), seorang warga Kelurahan Cijoro Lebak, Rangkasbitung, mengungkapkan bahwa ia bersama keluarganya telah mulai mengamankan peralatan rumah tangga. Langkah ini diambil karena kekhawatiran akan tergenang banjir dari luapan Sungai Ciujung, terutama mengingat curah hujan yang masih terus terjadi.
Madropi menambahkan, "Kami tinggal di rumah hanya beberapa meter saja dari aliran Sungai Ciujung, sehingga lebih baik mengamankan perabotan rumah tangga dan peralatan elektronik." Pernyataan ini mencerminkan kesadaran warga akan risiko yang mereka hadapi. Pengalaman sebelumnya mengajarkan pentingnya persiapan dini untuk melindungi harta benda dari kerusakan akibat banjir.
BPBD mengapresiasi langkah proaktif warga seperti Madropi. Mereka juga menyarankan agar masyarakat menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan instan, dan perlengkapan dasar lainnya. Komunikasi antarwarga juga diharapkan dapat terjalin baik untuk saling memberikan informasi dan bantuan jika diperlukan. Kesiapsiagaan individu dan kolektif sangat krusial.
Selain itu, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk memantau informasi terkini dari sumber resmi dan tidak mudah percaya pada hoaks. Informasi yang akurat dan terpercaya akan membantu masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat untuk keselamatan diri dan keluarga. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama dalam menghadapi ancaman banjir di Kabupaten Lebak.
Sumber: AntaraNews